Pemerintah Pantau Harga Kedelai Kering Yang Mulai Melonjak

Tantrum

Jum'at, 30 September 2022 | 10:53 WIB
Pemerintah Pantau Harga Kedelai Kering Yang Mulai Melonjak
Perajin Tahu Tempe ; Kedelai (suara.com)

TANTRUM - Harga komoditas pangan strategis dalam negeri diklaim masih berada dalam koridor yang aman. Komoditas pangan strategis itu seperti harga minyak goreng curah sebesar Rp14.450,00 per kilogram atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.500,00/kg.

"Stabilitas harga pangan setelah kenaikan harga bahan bakar minyak tidak lepas dari upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi, baik di pusat maupun daerah," kata - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono .

Selain minyak goreng curah, kata Edy, harga daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit berada pada rentang harga normal dengan tingkat perubahan harga bulanan yang terjaga.

Harga cabai rawit sebesar Rp57.300,00/kg atau turun 36,4 persen dari harga puncaknya pada tanggal 14 Juli 2022 yakni Rp90.050,00/kg. Selain itu, harga bawang merah yang pada puncaknya mencapai Rp64.800,00/kg, saat ini turun 17,44 persen menjadi Rp35.500,00/kg.

"Setelah kenaikan harga cukup tinggi aneka cabai dan bawang pada rentang 2 bulan yang lalu, saat ini aneka cabai dan bawang dalam tren menurun dan stabil," ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga pangan setelah kenaikan harga BBM, kata dia, Pemerintah menerapkan beberapa langkah strategis.

Langkah itu adalah memperkuat dan memperluas kerja sama antardaerah, melaksanakan operasi pasar untuk memastikan keterjangkauan harga, pemanfaatan platform perdagangan digital untuk kelancaran distribusi, dan menggunakan anggaran belanja tak terduga untuk mengendalikan inflasi.

Selain itu, kata Edy, Pemerintah juga mengoptimalkan dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk tematik ketahanan pangan, serta pemanfaatan 2 persen dana transfer umum (DTU) untuk membantu sektor transportasi dan tambahan perlindungan sosial.

"Pemerintah juga melakukan percepatan implementasi program tanam pangan pekarangan dan memperkuat sinergi TPIP (Tim Pengendali Inflasi Pusat) dan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) dengan memperluas GNPIP (Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan) untuk mempercepat stabilisasi harga," kata Edy.

baca juga

Edy mengingatkan, harga pangan yang berada dalam kondisi mengkhawatirkan adalah kedelai kering. Pada tanggal 27 September 2022, rata-rata harga kedelai kering mencapai Rp14.300,00/kg.

"Pemerintah sedang menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi tingginya harga kedelai," kata dia.

Harga komoditas pangan yang dipaparkan Edy berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per 27 September 2022.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rizal Ramli: UMR Hanya Naik 1,09 Persen, Inflasi Makanan Sudah 11,5 Persen

Rizal Ramli: UMR Hanya Naik 1,09 Persen, Inflasi Makanan Sudah 11,5 Persen

Tantrum | Rabu, 28 September 2022 | 16:59 WIB

Startup Indonesia Didominasi Pinjaman Online

Startup Indonesia Didominasi Pinjaman Online

Tantrum | Senin, 26 September 2022 | 14:38 WIB

Rincian Pembagian Dana Rp9,2 Miliar Pemkot Bandung untukTekan Dampak Inflasi

Rincian Pembagian Dana Rp9,2 Miliar Pemkot Bandung untukTekan Dampak Inflasi

Tantrum | Rabu, 21 September 2022 | 18:02 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×