TANTRUM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 321 warga meninggal dunia hingga hari ketujuh atau Minggu (27/11) sejak gempa melanda di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022.
Sedangkan 11 orang dinyatakan hilang, dan 108 orang mengalami luka berat dan masih dirawat di seluruh rumah sakit baik di Kabupaten Cianjur maupun sudah dirujuk ke rumah sakit lain.
Sebanyak 325 titik pengungsian tersebar di seluruh Kabupaten Cianjur, dengan rincian 183 titik pengungsian dengan kekuatan mengungsi di atas 25 orang, dan 142 titik pengungsian mandiri dengan kekuatan di bawah 25 orang.
Saat ini jumlah pengungsi terdata sebanyak 73.874 orang, yang meliputi 33.713 laki-laki dan 40.161 perempuan termasuk di dalamnya 92 penyandang disabilitas, 1.207 ibu hamil, dan 4.240 lansia.
Holding BUMN Farmasi yang dipimpin Bio Farma mengerahkan tenaga kesehatan dan tim tanggap darurat untuk menangani masalah medis usai gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Salah satu upaya penanganan usai gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,6 itu adalah dengan pendistribusian vaksin tetanus dan vaksin flu, Flubio, di posko kesehatan Holding BUMN Farmasi yang terletak di Kp. Berenuk, Limbangansari, Cianjur.
"Kami sudah mendirikan posko-posko pelayanan kesehatan di ring satu. Semoga dengan kehadiran Holding BUMN Farmasi, di tengah-tengah masyarakat terdampak gempa, dapat meringankan dan membantu mereka, khususnya bagi masyarakat yang memerlukan pemulihan kesehatan," kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir.
Holding BUMN Farmasi yang terdiri dari nakes dari Bio Farma, Kimia Farma dan Indofarma tersebut juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan dan vaksinasi kepada masyarakat sekitar yang terdampak.
Vaksin tetanus sebanyak 500 dosis dan vaksin Flubio sebanyak 200 dosis disalurkan untuk relawan dan masyarakat terdampak.
"Vaksinasi tetanus ini untuk proteksi kemungkinan terpapar tetanus kepada masyarakat terdampak maupun relawan yang harus beraktivitas di area terdampak gempa, sedangkan vaksin flu diberikan untuk pencegahan influenza," katanya.
Selain itu, Kimia Farma dan INAF juga berkontribusi dalam pengiriman obat-obatan dan tenaga medis dokter dan apoteker, demikian Honesti.
Bio Farma juga memberikan bantuan berupa paket perlengkapan bayi, selimut, makanan bayi, susu bayi dan balita, sarden, air mineral serta Terpal. Bantuan-bantuan tersebut merupakan bantuan yang bersifat pokok karena kebutuhan-kebutuhan dasar para korban harus segera terpenuhi.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Semir Rambut Jadi Hitam, Istrinya Malah Protes: Lebih Suka Rambut Putih