Belum lama ini, disiar kabar bahwa pesepak bola Ronaldo terancam menerima hukuman cambuk di Iran karena diduga melanggar aturan di negara tersebut. Tak tanggung-tanggu tuntutan hukuman cambuk sebanyak 99 kali.
Berawal dari Ronaldo memeluk hingga mencium kening seorang perempuan difabel bernama Fatima Hamami, seorang pelukis yang sangat mengidolakan pesepak bola itu.
Momen pertemuan Ronaldo dengan Fatima ini kemudian diunggah di akun resmi Instagram tim sepakbola Al-Nassr.
Sayangnya, aksi Ronaldo memeluk perempuan itu membuat pengacara konservatif Iran lantas melayangkan gugatan dan meminta agar Ronaldo menerima hukuman cambuk karena melanggar peraturan soal zina.
Meski begitu, pemerintah Iran justru membantah kasus tersebut dan melakukan pembelaan terhadap Ronaldo.
"Kami dengan tegas menolak dikeluarkannya keputusan pengadilan terhadap atlet internasional mana pun di Iran. Ada kekhawatiran bahwa publikasi berita yang tidak berdasar tersebut dapat menutupi kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang terhadap bangsa Palestina yang tertindas," isi pernyataan resmi Kedutaan Besar Iran di Spanyol.
"Perlu dicatat bahwa Cristiano Ronaldo melakukan perjalanan ke Iran pada tanggal 18 dan 19 September untuk bermain dalam pertandingan sepakbola resmi dan diterima dengan sangat baik oleh masyarakat dan pihak berwenang. Pertemuannya yang tulus dan manusiawi dengan Fatima Hamami juga dipuji dan dikagumi baik oleh masyarakat maupun otoritas olahraga negara tersebut," tutup pernyataan tersebut.