Penyanyi Pink (44) dituding mengibarkan bendera Israel saat menggelar konser di Selandia Baru. Akibatnya ia jadi sasaran bully-an publik. Bahkan sampai mendapat ancaman pembuhuhan dari sejumlah orang.
Namun, perempuan tersebut segera mengklarifikasi melalui surat terbuka di Twitter atau kini bernama X. Pink membantah bahwa telah mengibarkan bendera Israel.
"Unggahan ini akan menjadi kontroversial untuk sebagian orang. Pada titik ini, saya bernapas menjadi hal yang kontroversial. Saya mendapat banyak ancaman karena orang-orang secara keliru percaya bahwa saya mengibarkan bendera Israel di acara saya. Sebenarnya tidak," jelas Pink.
Kemudian Pink menyebut ia memang mengibarkan bendera tetapi bukan bendera Israel melainkan bendera Poi yang sudah digunakan turun temurun oleh warga lokal Maori di Selandia Baru.
"Saya telah menggunakan bendera Poi sejak awal tur ini. Bendera ini digunakan bertahun-tahun yang lalu oleh orang-orang Maori di Selandia Baru dan karena mereka dan orang-orang Maori itu cantik bagi saya, kami menggunakannya. Saya tidak mengibarkan bendera dalam pertunjukan untuk mendukung apa pun atau siapa pun kecuali bendera pelangi (LGBT). Itu akan tetap menjadi posisiku," tulisnya.
Namun, Pink tetap menunjukkan empatinya pada korban kekejaman di Israel dan Gaza serta berharap perdamaian.
"Saya manusia. Saya percaya pada perdamaian. Kesetaraan. Cinta. Saya sangat sedih dengan keadaan dunia. Saya berdoa untuk kita semua," pungkasnya.
Belakangan konflik Israel dan Palestina turut menarik perhatian sejumlah publik figur dunia. Berbagai kalangan memberika reaksi terhadap deretan serangan yang terjadi di Palestina dan Israel.
Baca Juga: Hadapi Persebaya Surabaya di Kandang, Bali United Berharap Rekor Musim Lalu Terulang