SuaraTasikmalaya.id - Publik masih bertanya soal kebenaran adanya dugaan perselingkuhan antara istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dengan Kuat Ma'ruf.
Isu dugaan perselingkuhan keduanya mencuat hanya sehari sebelum dilakukan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di Saguling dan Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 30 Agustus 2022.
Dikutip dari Antara, Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto menepis isu perselingkuhan istri Ferdy Sambo dengan Kuat.
Dikatakannya, Kuat adalah asisten rumah tangga (ART) yang merangkap sopir keluarga Irjen Pol Ferdy Sambo dan istri.
Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, isu dugaan perselingkuhan tidak terbukti.
Hal tersebut disimpulkan dari adanya keterangan saksi dan para tersangka yang diperoleh penyidik.
Kuat Ma'ruf dikatakan sang jenderal bintang tiga, baru seminggu masuk kerja setelah berhenti dua tahun karena pandemi Covid.
“Karena Kuat Ma'ruf baru seminggu masuk (kerja sebagai sopir) setelah hampir dua tahun (berhenti) karena pandemi Covid-19," kata Komjen Pol Agus Andrianto.
"Kuat Ma'ruf kena Covid, hal itu terkonfirmasi dari saksi-saksi yang lainnya,” kata Agus saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Baca Juga: Saling Ancam Kamaruddin Simanjuntak dan Dirut PT Taspen, hingga Buka-bukaan Bukti Ribuan Video Syur
Merujuk pada keterangan Putri Candrawathi dan saksi lainnya, Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan isu perselingkuhan tersebut tidak terbukti.
Pertanyaan publik, mengapa Kuat Ma'ruf yang berposisi sebagai pembantu bisa ada di dalam kamar istri Ferdy Sambo.
Terlebih saat kejadian yang di lokasi dan waktu yang sama, ada ART wanita bernama Susi.
Melihat itu, umumnya wanita yang sedang menghadapi masalah, akan mengadu pada seorang perempuan lagi, bukan pada lelaki.
Apalagi saat itu dari pengakuan istri Ferdy Sambo, dirinya baru diperkosa Brigadir J.
Pada umumnya nalar publik berpikir, seharusnya mengadu atau curhat pada Susi ART yang ada di sana, bukan pada lelaki atau Kuat Ma'ruf.