Kapolri Akui Adanya Pengaruh Besar Ferdy Sambo: Semua akan Berhadapan dengan yang Bersangkutan

tasikmalaya

Jum'at, 09 September 2022 | 08:03 WIB
Kapolri Akui Adanya Pengaruh Besar Ferdy Sambo: Semua akan Berhadapan dengan yang Bersangkutan
Ilustrasai wajah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan terduga dalang pembunuhan Bigadir J, Irjen Ferdy Sambo. (polri, @kadivpropam)

SuaraTasikmalaya.id - Besarnya pengaruh Ferdy Sambo saat menjabat Kadiv Propam diakui Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

Dalam kasus pembunuhan Brigadir J, jenderal bintang dua ini menggunakan kekuatan dan pengaruhnya untuk menekan dan mempengaruhi penyidik.

Bukan hanya penyidik yang kebanyakan pangkatnya di bawah Ferdy Sambo, para jenderal yang setara pun termakan omongan Ferdy Sambo. 

Belum lagi para petinggi negara lainnya, termasuk para anggota DPR yang juga percaya omongan Ferdy Sambo.

Lengkap sudah, seakan skenario Bharada E baku tembak dengan korban Brigadir J sudah di atas angin.

Namun pengaruh Ferdy Sambo ini tidak untuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sang jenderal malah menantang balik Ferdy Sambo membuktikan kejadian baku tembak tersebut.

Tentang besarnya pengaruh Ferdy Sambo ini diceritakan Kapolri. Diakui, bahwa penyidik kepolisian sempat ketakutan saat mengusut kasus kematian Brigadir J.

Diceritakan kepada jurnalis senior Budiman Tanuredjo di Satu Meja The Forum,  Kapolri menggambarkan suasana usai kejadian.

Dilihat dari akun instagram @satumejaforum pada Rabu (7/9/2022), Kapolri mengatakan akhirnya menonaktifkan Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam Polri. 

baca juga

Kapolri mengambil langkah itu setelah menerima informasi intimidasi jika sejumlah penyidik diduga terlibat dalam pengusutan kasus kematian Brigadir J. 

“Kita minta Sambo dinonaktifkan. Saat itu kami mendapat informasi-informasi ada kesulitan dari Timsus yang saat itu bertekad bekerja secara baik,” ucap Listyo. 

Setelah mengambil langkah tegas, semua mulai mendalami kasus kematian Brigadir J.

Diakui Kapolri, awalnya penyidik mendapat informasi ada upaya menghalangi upaya  penyelidikan kasus. 

“Kemudian saya dalami. Dan saya dapat informasi bahwa ada upaya intimidasi,” jelas Listyo. 

Selain itu, Listyo menemukan upaya Ferdy Sambo membuat skenario untuk disampaikan ke orang-orang yang punya pengaruh. 

Sejumlah penyidik sempat takut akan pengaruh besar Ferdy Sambo di Mabes Polri. 

Sampai ada bahasa, siapa yang berani mencoba membongkar kasus tersebut akan berhadapan langsung dengan Ferdy Sambo. 

“Penyidik sempat takut saat itu. Karena ada bahasa-bahasa bahwa mereka semua akan berhadapan dengan yang bersangkutan (Ferdy Sambo),” tuturnya. 

Sederet fakta usai pengakuan Ferdy Sambo:

- Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka.

- Empat orang dekat Ferdy Sambo jadi tersangka: Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka Ricky Rizal (RR), dan Kuat Maruf. 

- Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka RR, dan Kuat Maruf disangkakan dengan pasal 340 subsider pasal 338 KUHP juncto pasal 55 dan 56 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

- Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka RR, dan Kuat Ma'ruf diancam hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun. 

- Bharada E disangkakan dengan pasal 338 KUHP juncto pasal 55 dan 56 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan.

- Bharada E diancam hukuman penjara paling lama 15 tahun. 

Fakta kejadian

Ilustrasi wajah Mendiang Brigadir J, tersangka Bripa RR, dan tersangka Kuat Ma'ruf. [baliputra sundana]
Ilustrasi wajah Mendiang Brigadir J, tersangka Bripa RR, dan tersangka Kuat Ma'ruf. (sumber: baliputra sundana)

- Brigadir J ditembak di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta, pada 8 Juli 2022. 

- Penembakan Brigadir J disaksikan dan dibantu oleh Bripka RR atau Ricky Rizal (ajudan Sambo) dan Kuat Ma’ruf (asisten rumah tangga Sambo). 

- Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi terlibat dalam pembunuhan berencana.

- Ada 97 anggota Polri diperiksa terkait dugaan pelanggaran etik terkait pengusutan kasus Brigadir J. 

- Diduga ada 28 yang terbukti melakukan pelanggaran etik.

- Ada 7 anggota Polri ditetapkan tersangka obstruction of justice atau menghalangi penyidikan, termasuk Ferdy Sambo.

Tantangan Kapolri

Kapolri pun menantang Ferdy Sambo untuk membuktikan ceritanya harus sesuai fakta.

“Saya tanyakan. Karena saya akan proses (tewasnya Brigadir J) ini sesuai fakta," kata Kapolri. 

"Jadi, kalau kira-kira peristiwa tidak seperti itu ceritakan. Tapi kalau seperti, itu nanti kita buktikan sesuai fakta,” tuturnya. 

Setelah itu, Kapolri kembali didatangi Ferdy Sambo untuk kedua kalinya. Kembali, Kapolri menanyakan keterlibatan Ferdy Sambo dalam kasus kematian Brigadir J.

Saat itu, Ferdy Sambo mengatakan sesuai dengan pengakuan pertama. Ferdy Sambo masih bersikukuh dia tidak terlibat dalam tewasnya Brigadir J. 

"(Ferdy Sambo) Sampai datang di tempat saya. Saya tanya sekali lagi. Dia (Ferdy Sambo) masih bertahan. 'Memang begitu faktanya' kata dia (Ferdy Sambo)," kata Listyo menceritakan. 

Namun, setelah itu Kapolri mengatakan jika Ferdy Sambo akhirnya mengakui perbuatannya. 

Dia mengakui bahwa tewasnya Brigadir J didalangi olehnya setelah dipatsuskan di Mako Brimob. 

"Pada saat dia (Ferdy Sambo) dipatsus-kan, 2 hari kemudian dia mengakui perbuatannya," kata Kapolri. 

"Jadi memang bahasa dia (Ferdy Sambo), 'Namanya juga mencoba untuk bertahan'," ucap Kapolri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Bisa Mengelak! Dua Kali Pertemuan Kapolri dan Ferdy Sambo, Skenario Pembunuhan Brigadir J Berubah Total

Tak Bisa Mengelak! Dua Kali Pertemuan Kapolri dan Ferdy Sambo, Skenario Pembunuhan Brigadir J Berubah Total

Tasikmalaya | Jum'at, 09 September 2022 | 06:53 WIB

Perlawanan Brigadir J Saat Dituding Kuat Maruf Melecehkan Istri Ferdy Sambo, Bripka RR Sampai Pasang Badan hingga Bongkar Fakta Soal Perkosaan

Perlawanan Brigadir J Saat Dituding Kuat Maruf Melecehkan Istri Ferdy Sambo, Bripka RR Sampai Pasang Badan hingga Bongkar Fakta Soal Perkosaan

Tasikmalaya | Kamis, 08 September 2022 | 20:51 WIB

Selama Ini Tabuh Genderang Perang ke Ferdy Sambo, Pengacara Brigadir J Ternyata Sudah Dibidik: Ada Didatangi Kapolda di Daerah

Selama Ini Tabuh Genderang Perang ke Ferdy Sambo, Pengacara Brigadir J Ternyata Sudah Dibidik: Ada Didatangi Kapolda di Daerah

Tasikmalaya | Kamis, 08 September 2022 | 18:53 WIB

Rintihan Hati Emak-emak yang Remuk Lihat Istri Ferdy Sambo: Itulah Hebatnya Hukum di Indonesia, Mungkin Ada Orang Kuat

Rintihan Hati Emak-emak yang Remuk Lihat Istri Ferdy Sambo: Itulah Hebatnya Hukum di Indonesia, Mungkin Ada Orang Kuat

Tasikmalaya | Kamis, 08 September 2022 | 17:37 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×