SuaraTasikmalaya.id - Kuat Ma'ruf adalah orang pertama yang mengatakan jika Brigadir J masuk ke kamar, lalu berlari saat ditegur.
Dari sana muncul dugaan jika Brigadir J melakukan tindak pelecehan seksual pada istri Ferdy Sambo.
Namun, dua saksi Bharada E dan Bripka RR melihat hal janggal dari Kuat Ma'ruf.
Keduanya, justru yang terlihat tegang dan panik justru Kuat Ma'ruf, bukan Brigadir J.
Mereka malah melihat Brigadir J masuk ke kamar Putri Candrawathi setelah ada panggilan dari kamar.
Panggilan tersebut disaksikan langsung Bripka RR, dan malah dirinya yang memanggil Brigadir J.
Saat itu keduanya tidak ada tanda-tanda jika istri Ferdy Sambo mengalami pelecehan seksual.
Keduanya mendengar soal pelecehan, hanya dari Kuat Ma'ruf dan istri Ferdy Sambo sendiri.
Istri Sambo pun mengaku ada pelecehan saat kasus pembunuhan sudah terjadi dan ramai dibahas media dan publik.
Baca Juga: Tes Psikologi: Pilih Matahari Terbenam, Temukan Banyak Tentang Diri Anda
Saat di Magelang dan perjalanan pulang, tidak ada obrolan soal Brigadir J berani melecehkan istri Ferdy Sambo.
Lantaran merasa terancam akan beratnya hukuman, Bharada E dan Bripka RR memilih melawan.
Keduanya siap memberi keterangan demi rasa keadilan yang harus tegak dalam kasus kematian Brigadir J.
Bharada E dan Bripka RR menceritakan apa yang dilihat, yakni gelagat sopir keluarga Putri, Kuat Maruf yang berbeda saat berada di Magelang.
Dari kesaksian keduanya, diduga akan memperberat hukuman Kuat Maruf yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J.
Bharada E dan Bripka RR kemungkinan besar akan melawan rencana Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J.