Tembakan gas air mata juga dilakukan karena melihat situasi sudah tidak terkendali.
"Karena sudah tragis (tidak terkendali) dan sudah mulai menyerang petugas dan merusak mobil," papar Nico.
Dia melihat, saat terjadi penumpukan suporter menuju pintu keluar, kemudian memicu berdesakan.
Dan akhirnya, tragedi maut dengan menewaskan ratusan orang terjadi.
"Suporter keluar di satu titik. Kalau gak salah di pintu 10 atau pintu 12," kata Nico.
"Di saat proses penumpukan itu terjadi berdesakan sesak napas dan kekurangan oksigen."
"Tim gabungan sudah melakukan upaya penolongan dan evakuasi ke rumah sakit," kata Nico.