SUARA SEMARANG - Warganet menyerbu akun Instagram Polres Malang usai tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang menyebabkan setidaknya informasi sementara 127 suporter meninggal dunia, usai laga Liga 1 Arema FC Vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) petang.
Tragedi yang memprihatinkan dunia Sepakbola tanah air ini menimbulkan duka yang mendalam, warganet protes keras penggunaan gas air mata yang ditembakkan polisi ke arah tribun penonton usai laga Liga 1 Arema FC Vs Persebaya Surabaya.
Padahal penggunaan gas air mata dilarang FIFA digunakan di dalam stadion, warganet dan para suporter memberi kesaksian benda tersebut lah yang memicu banyaknya korban meninggal dunia dari suporter usai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya.
Akun Instagram @polresmalang_polisiadem diserbu warganet dan meminta pertanggung jawaban Polres Malang terkait insiden mengerikan usai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya.
Insiden kericuhan yang memakan banyak korban jiwa usai derbi Jawa Timur disinyalir akibat tembakan gas air mata ke tribun penonton.
Padahal, tribun yang penuh penonton itu juga tak sedikit Aremania -julukan suporter Arema- mulai wanita hingga anak-anak.
"Tribun gak ngapa-ngapain kenapa ditembak gas air mata? Itu yang buat kita marah dan gak terima. Disitu padat banyak wanita dan anak kecil," tulis akun Instagram @ra.***.
"Ngawur sampeyan pak, kok isone nembak gas air mata. Padahal aturan FIFA melarang penggunaan gas air mata di stadion. Mosok lali kejadian 2018? Tolong tanggung jawab," tulis akun @adri***.
"Banyak korban bukan karena ikut membuat kericuhan tapi masih tertahan di stadion dikarenakan penuh sesak untuk keluar dari stadion dengan gas air mata itu yang membuat suasana menjadi mengkhawatirkan. dikarenakan korban seperti wanita dan anak kecil terkena imbasnya," tulis akun lainnya.
Baca Juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang Jadi Sorotan Dunia, Media Asing Ramai Beritakan Rusuh Aremania
Melansir Suara Malang, dalam laga sebelumnya Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 pada lanjutan Liga 1 musim 2022-2023.
Usai pertandingan berakhir, sejumlah Aremania memasuki lapangan untuk meluapkan kekecewaan lantaran kalah dari rivalnya itu.
Tak lama kemudian, aparat menembakkan gas air mata untuk ke arah tribun penonton yang penuh sesak ada wanita dan ana-anak.
Akibatnya, ribuan suporter yang masih memenuhi tribun panik menyelematkan diri berhamburan dengan suasana stadion yang seperti tertutup kabut.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, korban meninggal dunia terus bertambah mencapai 127 orang.
Dari informasi yang diterima Suara.com, juga dua anggota polisi dikabarkan meninggal dunia akibat bentrokan tersebut.