tasikmalaya

Ade Armando Sebut Aremania Pangkal Masalah, Bintang Emon Senggol Tokoh Paling NKRI Itu dengan Sebutan Menjijikan

tasikmalaya Suara.Com
Rabu, 05 Oktober 2022 | 07:17 WIB
Ade Armando Sebut Aremania Pangkal Masalah, Bintang Emon Senggol Tokoh Paling NKRI Itu dengan Sebutan Menjijikan
Arema FC - Kerusuhan Kanjuruhan (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

SuaraTasikmalaya.id - Bintang Emon pasang badan saat tahu tokoh paling NKRI, Ade Armando mengatakan jika Aremania sebagai pangkal masalah peristiwa mengerikan dan mematikan di Stadion Kanjuruhan.

Ade Armando terang benderang mengatakan, ratusan jiwa melayang di Stadion Kanjuruhan disebabkan oleh suporter Arema yang sok jagoan.

Ade Armando blak-blakan mengungkap penilaian Aremania yang menjadi akar masalah serta pemicu tragedi mematikan di Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang meninggal dunia itu.

Sahabat dekat sesama tokoh NKRI lainnya, Eko Kuntadhi dan Denny Siregar ini menyebut suporter Arema sombong.

Aremania dinilai Ade Armando seperti preman masuk lapangan karena dianggap melanggar peraturan stadion.

"Yang jadi pangkal masalah adalah suporter Arema yang sok jagoan melanggar semua peraturan dalam stadion dengan gaya preman masuk ke lapangan, petentengan," ujar Ade Armando dilihat Suara.com, Selasa (04/10/2022) dilansir dari video kanal YouTube Cokro TV.

Bahkan, dia merasa heran jika kematian ratusan orang itu malah dibebankan pada polisi.

Ade Armando terang-terangan mengaku heran mengapa polisi yang disalahkan dalam tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu.

Dia menilai, penggunaan gas air mata dan pemukulan secara brutal para aparat di lapangan sudah benar.

Baca Juga: Stadion Kanjuruhan Jadi Neraka di Tangan Aparat, Sulastri hanya Pasrah Saat Gas Air Mata Melumpuhkanya, Suami Korbankan Nyawa demi Cucu

"Dalam pandangan saya, polisi sudah melaksanakan kewajibannya," tutur Ade Armando.

Ade Armando yang mengaku paling NKRI ini menganggap polisi sudah menjalankan tugasnya mulai dari meminta pertandingan berlangsung sore hari.

Rupanya apa yang dilakukan Ade Armande dengan menyudutkan Aremania tak ubahnya seperti penjilat di zaman kolonial Belanda disorot Bintang Emon.

Komika cerdas dan kritis ini dikenal tak ragu untuk menyuarakan keresahannya dalam isu-isu panas yang terjadi. 

Termasuk soal tragedi mematikan di Kanjuruhan yang ditanggapi Ade Armando.

Bintang Emon terang-terangan memberikan sindiran pedas nan menohok ke pegiat media sosial, Ade Armando.

Secara satire Bintang Emon menyindir Ade Armando melalui media sosial berikut dengan unggahan video Ade Armando si paling NKRI.

Bintang Emon kemudian perbandingan pengkhianatan pribumi saat zaman penjajahan Belanda.

Sindiran tersebut dituliskan Bintang Emon melalui cuitannya di jejaring media sosial Twitter.

"Oh gini ya rasanya dulu pribumi pas liat pribumi antek Belanda, bangke saudara sendiri juga dijilat demi amannya diri," tulis @bintangemon dilihat Suara.com, Selasa (04/10/2022).

Ucapan menohok itu diduga dinilai karena Ade Armando lebih berpihak ke polisi dan berempati dengan korban.

Bahkan, tak sedikit pula yang menyebut Ade Armando sebagai buzzer gegara membela polisi dan malah menyalahkan Aremania.

Cuitan Bintang Emon itu seketika mencuri atensi publik hingga mendapatkan ribuan tanda suka.

Gerak PSSI Lebih Cepat dari Timsus dan Polri

PSSI bergerak cepat dengan memvonis Panpel Arema yang bertanggung jawab atas kematian ratusan orang dalam tragedi mematikan di Kanjuruhan.

Hanya dalam 3x24 jam, PSSI langsung menjatuhkan sanksi pada panpel Arema lantaran tidak bisa mengendalikan kondisi hingga terjadi kerusuhan yang berdampak pada ratusan jiwa melayang.

Atas insiden mematikan itu,  Komite Disiplin PSSI memberikan sanksi tegas pada Arema terkait tragedi Kanjuruhan. 

Satu di antara sanksi yang didapat Arema FC adalah larangan bermain di Stadion Kanjuruhan, termasuk larangan adanya penonton di laga Arema hingga Liga 1 Indonesia 2022-2023 selesai.

Pernyataan vonis bersalah Arema FC ini diungkap Komisi Disiplin PSSI, Erwin Tobing dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

"Arema FC dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton di stadion jika bertindak sebagai tuan rumah sampai Liga 1 Indonesia 2022-2023 selesai," kata Erwin Tobing.

Diberitakan sebelumnya ada ratusan nyawa suporter Arema FC melayang saat polisi dinilai bersikap berlebihan dalam mengendalikan kerusuhan di Kanjuruhan.

Sedikitnya 125 orang yang merupakan pendukung Arema meregang nyawa akibat kekacauan yang dipicu tembakan gas air mata.

Secara tegas, PSSI kata Erwin melarang pertandingan Arema disaksikan penonton sebagai tuan rumah, dan tidak boleh menggelar pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Malang. 

Dijelaskan Erwin, Arema bisa bermain home dengan jarak minimal 250 kilometer dari markas semula.

Tak hanya itu, PSSI juga memberikan sanksi kedua berupa denda. 

Bukan itu saja, Singo Edan juga harus membayar denda sebesar Rp 250 juta buntut dari tragedi paling mematikan dalam sejarah sepak bola di dunia.

Menurut Erwin, Arema FC telah gagal dalam menjalankan tanggung jawab, yakni menjaga ketertiban dan keamanan selama pertandingan. 

Salah satunya adalah mengantisipasi masuknya suporter ke lapangan.

"Panitia pelaksana tidak bisa mengantisipasi masuknya suporter ke lapangan," ujar Erwin Tobing.

Sementara itu, anggota Komite Eksekutif PSSI Ahmad Riyadh menuding bahwa peristiwa itu merupakan kesalahan dari panitia pelaksana (panpel) pertandingan Arema FC. 

Kesalahan panpel, lanjutnya, adalah tidak membuka beberapa pintu stadion mulai menit ke-80.

Situasi tersebut menyebabkan banyak suporter kesulitan mencari jalan keluar setelah polisi menembakkan gas air mata. 

Akibatnya, mereka terjepit dan terhimpit di keramaian yang berujung pada jatuhnya korban jiwa.

"Itu (tragedi Kanjuruhan) kesalahan dari panpel," ujar Ahmad.

Oleh sebab itu, Komite Disiplin PSSI juga menjatuhkan hukuman berat kepada Ketua Panitia Pelaksana Arema FC Abdul Haris dan Petugas Keamanan (Security Officer) Arema FC, Suko Sutrisno.

Abdul dan Suko divonis tidak dapat beraktivitas di lingkungan sepak bola selama seumur hidup.

Dalam kesempatan yang sama, PSSI menegaskan bahwa penyelidikan mereka sebatas pelaksanaan aturan pertandingan atau "law of the game". 

Di luar itu, PSSI menyerahkan kepada pihak kepolisian.

Kericuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi ketika ribuan suporter Arema FC, Aremania, merangsek masuk ke area lapangan setelah tim kesayangannya kalah 2-3 dari Persebaya pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2022-2023. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI