Stadion Kanjuruhan Jadi Neraka di Tangan Aparat, Sulastri hanya Pasrah Saat Gas Air Mata Melumpuhkanya, Suami Korbankan Nyawa demi Cucu

tasikmalaya Suara.Com
Selasa, 04 Oktober 2022 | 21:15 WIB
Stadion Kanjuruhan Jadi Neraka di Tangan Aparat, Sulastri hanya Pasrah Saat Gas Air Mata Melumpuhkanya, Suami Korbankan Nyawa demi Cucu
Kode 1312 di Stadion Kanjuruhan. Seolah sudah firasat dan suasana memang sudah tak asyik lagi, Wahyudi yang berusia 40 tahun mengajak sang istri dan semua keluarganya.(Suara.com/Dimas Angga Perkasa)

SuaraTasikmalaya.id -Arema bertemu seteru abadi mereka di atas lapangan hijau, Persebaya

Saat itu tempik sorak bergema di segala penjuru Stadion Kanjuruhan, Krajan, Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Ahmad Wahyudi bersama istrinya Sulastri, larut dalam gemuruh massa Aremania. 

Bagi Ahmad Kanjuruhan dan Arema ada jiwa yang sama untuk mendapat kebahagiaa.

Makanya, mereka membawa ketiga keponakan, menantu, dan cucunya hanya untuk memanjakan diri berbahagia bersama Aremania dan Arema.

Tapi keriaan itu seketika berubah menjadi mencekam. 

Aparat yang punya tugas mengamankan menghalau sejumlah Aremania yang memasuki lapangan hendak bersalaman dengan skuat kesayangannya.

Seolah sudah firasat dan suasana memang sudah tak asyik lagi, Wahyudi yang berusia 40 tahun mengajak sang istri dan semua keluarganya untuk keluar lebih dulu.

"Ayo bu, kita keluar saja,” kata Wahyudi.

Baca Juga: Gerak PSSI Lebih Cepat dari Timsus dan Polri, Anak Buah Iwan Bule Vonis Security Bersalah Atas Ratusan Nyawa Melayang di Kajuruhan

“Kenapa pak?” jawab Sulastri.

“Enggak baik anak kecil lihat kayak begini. Kita keluar saja cari makan, daripada cucu lihat begini,” katanya menceritakan.

Sulastri dan lainnya mengikuti langkah Wahyudi menuju tangga ke arah pintu keluar tribun nomor dua belas.

“Bu, pegangan besi biar enggak jatuh,“ katanya lagi.

"Sulastri menuruti perkataan sang suami—usianya sudah masuk kepala lima, tubuhnya tak lagi kuat bila meniti anak tangga.

Dalam waktu bersamaan, Sulastri sempat melihat benda berasap melayang di atas kepalanya. 

Seketika itu pula mata Sulastri mulai terasa perih.

Benda itu gas air mata yang ditembakkan aparat dari pinggir lapangan.

Saking perihnya, Sulastri tak bisa membuka mata. 

Pada kesempatan terakhir melihat, ia menggamit tangan Wahyudi.

“Pegangan semua, pegangan,” perintah Wahyudi.

Wahyudi berada paling depan. Kemudian diikuti Sulastri, menantu, cucu, dan ketiga keponakannya.

Dari sekitar tangga, persisnya di tribun nomor 12, Aremania lainnya banyak berteriak ketakutan. 

Aparat menembaki mereka memakai gas air mata.

Demi menyelamatkan diri, penonton bergegas ke tangga menuju pintu 12. 

Saat itu Wahyudi sekeluarga harus melawan arus massa untuk sampai ke gerbang.

Ratusan orang berdesak-desakan, mencari jalan keluar. 

Tapi, pintu 12 hanya dibuka satu sisi.

Wahyudi mencari cara agar bisa menyelamatkan keenam anggota keluarganya. 

Sembari terus berpegangan tangan, mereka menyeruak mendekati pintu.

Sementara dorongan Aremania dari arah belakang semakin kuat. 

Tak ayal, pegangan Wahyudi dengan keenam keluarganya terlepas.

Sulastri terombang-ambing di tengah massa yang berdesak-desakkan. 

Ia terdorong ke sana-ke mari oleh suporter yang juga ingin selamat.

Dada Sulastri semakin sesak, kedua matanya tak bisa melihat karena perih. 

Dalam hati, ia hanya pasrah bila harus mati di pintu 12. Setelahnya, dia tak sadarkan diri.

Ketika siuman, Sulastri justru harus menerima kabar buruk, suaminya tewas. 

Sementara cucu, menantu, dan ketiga keponakannya berhasil keluar selamat dari stadion.

“Bapak meninggal demi menyelamatkan kami dan cucunya," kata Sulastri, Senin 3 Oktober.

Suaranya masih parau. Sulastri bersama belasan penyintas tragedi Kanjuruhan larut dalam kesedihan yang sama di kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, saat mengenang peristiwa tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI