Publik dan keluarga sangat berharap jika apa yang dilakukan Ferdy Sambo Cs pada mendiang Brigadir J, dibalas secara adil.
Di dalam persidangan nanti, kemungkinan besar jika Ferdy Sambo dan Bharada E akan berhadapan.
Keduanya akan bentrok mengutarakan kesaksian berdasar fakta yang sebenar-benarnya.
Sebelumnya, Ferdy Sambo memberi perintah pada Bharada E untuk menembak Brigadir J.
Setelah kejadian itu, Bharada E masih dalam genggaman Ferdy Sambo, sehingga mau berbohong jika kejadian di Duren Tiga adalah baku temban yang dipicu kasus perkosaan.
Namun, di tengah perjalanan kasus, Bharada E menyerah dan memilih jujur pada Kapolri.
Di sana Bharada E mengatakan jika yang terjadi sebenarnya adalah bukan baku tembak, melainkan eksekusi di tempat.
Bharada E melawan Ferdy Sambo dengan memberi kesaksian jika dirinya hanya menjalankan perintah sang jenderal.
Sejak kejadian itu, Bharada sama sekali tidak mau bertemu Ferdy Sambo.
Bahkan saat rekonstruksi, Bharada E benar-benar menghindar dari Ferdy Sambo.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Cek! Seberapa Stresnya Anda, Ketahui lewat Gambar Ini
Namun, dalam persidangan nanti, kemungkinan besar Ferdy Sambo akan berhadapan dengan Bharada E secara langsung.
Ferdy Sambo dan Bharada E akan bentrok di persidangan dalam memberikan kesaksian mengenai kasus pembunuhan Brigadir J.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), Ketut Sumedana menjelaskan, kemungkinan Ferdy Sambo dan Bharada E akan saling berhadapan di persidangan.
Dikatakan Ketut Sumedana, baik Ferdy Sambo maupun Bharada E akan menjadi saksi satu sama lain dan nilai pembuktiannya akan bersifat objektif.
"Kalau bisa seperti. Karena itu nilai pembuktiannya akan objektif. Masyarakat bisa menilai," kata Ketut. (*)