SuaraTasikmalaya.id - Siapa yang berbohong tentang kejadian isu pelecehan seksual di rumah Magelang lambat laun mulai menemukan titik terang.
Rupanya di rumah Magelang tidak terjadi apa-apa alias tidak ada pelecehan.
Hal itu diungkap terdakwa Bripka Ricky Rizal saat memberi kesaksian di persidangan.
Ketika itu Ricky Rizal melalui kuasa hukumnya, Erman Umar menceritakan awal kejadian dirinya tiba di rumah Magelang.
Erman Umar mengatakan sebelum pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga ada rentetan peristiwa di rumah Magelang.
Saat itu yang dilihat Ricky Rizal atau Bripka RR bukan pelecehan, melainkan pembantu rumah tangga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, menangis.
Bripka RR juga mengetahui jika terdakwa Kuat Maruf dan mendiang Brigadir J adu mulut.
Saat kejadian cekcok tersebut, Bripka RR melihat Kuat Maruf sudah membawa pisau.
Melihat itu, Bripka RR melakukan sejumlah antisipasi, termasuk mengamankan dua senjata milik mendiang Brigadir J.
Baca Juga: Terkenal Tajir Melintir, Raffi Ahmad tak Pelit Bantu Bayar Cicilan Rumah Jessica Iskandar
Bripka RR juga mengatakan, jika tidak ada pelecehan seksual di rumah Magelang seperti diakui Putri Candrawathi.
Pengakuan dan kesaksian Bripka RR soal tidak adanya pelecehan seksual berasal dari keterangan mendingan Brigadir J yang ketika itu dimintai keterangan oleh Ricky Rizal.
Saat itu Bripka RR menghampiri mendiang Brigadir J yang baru keluar dari kamar Putri Candrawathi.
Mendiang Brigadir J menjawab tidak terjadi apa-apa ketika ditanya Bripka RR.
Pernyataan mendiang Brigadir J ini kemudian jadi keterangan Bripka RR saat memberi kesaksian.
Peristiwa yang terjadi di Magelang dikatakan Bripka RR justri bukan pelecehan yang dilakukan oleh Brigadir J, melainkan Kuat Maruf membawa pisau dan sedang cekcok dengan Brigadir J.
Dikutip dari akun Tiktok @aimanwitjaksonoofficial pada Kamis (10/11/22), kuasa Hukum Ricky Rizal, Erman Umar membeberkan kronologinya.
Ketika itu dikatakan Erman Umar, kliennya tiba di rumah Magelang, akan tetapi tidak ada siapa-siapa.
Saat itu juga Bripka RR langsung naik ke lantai atas, dan bertemu dengan Kuat Maruf.
Bripka RR juga melihat Susi sedang menangis. Kemudian Bripka RR menanyakan kepada Kuat tentang apa yang terjadi.
“Ada kejadian apa om Kuat (terdakwa Kuat MAruf),” kata Erman menirukan pertanyaan Bripka RR.
“Tadi ada kejadian Yosua (Brigadir J) turun naik, kan Saya tegur," kata Erman menirukan jawaban Kuat Maruf saat ditanya Bripka RR.
"Saya tanya, ada apa?," kata Erman menirukan pertanyaan Bripka RR lagi.
"Dia (Brigadir J) menghindar, lari ke bawah terus kemudian dia balik lagi, agak memaksa mau masuk ke (kamar) Ibu,” ujar Erman menirukan keterangan Kuat Maruf pada Bripka RR.
Ricky juga melihat bahwa supir Ferdy Sambo itu sedang memegang sebuah pisau.
Dari sana Kuat Maruf meminta Bripka RR pergi ke atas menemui Putri Candrawati di kamarnya.
Di sana Bripka RR bergegas masuk ke kamar Putri Candrawati untuk menanyakan apa yang sedang terjadi.
Saat itu Bripka RR mendengar istri Ferdy Sambo justru malah menanyakan keberadaan Brigadir J.
Setelah itu Bripka RR turun ke bawah dan menemui Brigadir J.
Saat itu Bripka RR menanyakan apa yang terjadi antara Brigadir J dan Kuat Maruf.
Brigadir J menjawab jika Kuat Maruf marah-marah tanpa alasan yang jelas.
“Iya, Bang, Pak Kuat kenapa kok marah-marah sama saya?,” kata Erman menirukan jawaban dari Brigadir J.
Setelah itu Bripka RR mengajak Brigadir J naik ke atas menuju kamar Putri Candrawathi.
Bripka RR melihat Brigadir J masuk kamar, dan selama kurang lebih 15 menit berbicara bersama Putri.
Kemudian setelah itu Bripka RR bertanya pada Brigadir J ada apa yang sebenarnya terjadi.
Di sana Bripka RR mendapat jawaban dari Brigadir J, jika tidak ada apa-apa.
Bripka RR melihat gestur tubuh Brigadir J sangat tenang ketika ditanya soal ada apa antara dirinya dengan istri Ferdy Sambo.
Bukan itu saja, Erman Umar juga mengatakan Bripka Ricky Rizal tidak melihat adanya tindak pelecehan saat Putri dan Yosua berbicara di dalam kamar.