SuaraTasikmalaya.id- Makin panas saja perseteruan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dan anggota DPR RI Dedi Mulyadi. Saling lempar aib terjadi setelah Ambu Anne menyerang Dedi banyak akting dan pencitraan, giliran Dedi Mulyadi skak mati Ambu Anne.
Melalui pengacaranya Aa Ojat Sudrajat, Dedi Mulyadi megaku tak ingin membuka aib keluarga ke publik. Sebab yang jadi korban adalah rakyat Purwakarta. Mereka disuguhi tontonan yang tak bemutu.
"Kami sangat inin menjaga rahasia keluarga. Masalanya menyangkut kehormatan klien kami Dedi Mulyadi. Tapi karena kubu Anne memulainya ke publik, ya kami terpaksa juga akan membuka aib Anne ke publik, tunggu saja di persidangan," kata pengacara Dedi Mulyadi usai sidang ke-6 di Purwakarta pada 30 November 2022.
Tudingan panas menjurus fitnah yang dilontarkan kubu Anne sudah sangat keterlauan. Namun di persidangan tadi, kami sudah jawab semua tuduhan pihak sana," jelas pengacara Dedi mulyadi itu.
Pada persidangan kali ini, Bupati Anne Ratna Mustika tidak hadir. "Saya tidak bisa hadir karena ada acara dengan bapak Presiden di Jakarta. Tapi saya sudah menunjuk pengacara untuk menangani kasus ini," ujar Anne Ratna Mustika.
Ojat menambahkan, pada sidang kali ini Ambu Anne telah menunjuk pengacara. "ini tentu bakal seru. Pengacara yang dipakai dari Karawang,' ujar Ojat.
Ia mengaku optimistis bakal mampu memenangi perseteruan ini.
Perang Bharatayudha
Sebelumnya, Anne Ratna Mustika memang telah mengungkap ke publik alasan ia menggugat cerai suaminya. "Saya sudah tidak cocok, ada perbedaan prinsip yang susah dipertemukan," ujarnya.
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2022: Menangi Laga Sengit Lawan Serbia, Swiss Dampingi Brasil Lolos dari Grup G
Dalam soal keuangan keluarga, Dedi Mulyadi juga tidak transparan, jelas Anne. "Bahkan secara berulang saya mengalami KDRT secara psikis. Ini alasan saya menggugat," jelas Anne.
Dedi tidak kalah sewotnya atas serangan itu. "Kalau membaca definisi KDRT psikis itu efeknya orangnya sering merenung, merasa tersakiti, suka mengurung diri. Saya lihat Ambu Anne jauh dari keadaan ini. Jadi apa maksudnya," tandas KDM sapaan akrab Dedi Mulyadi.
Dedi kemudian mengurai dengan detail kegundahannya. "Dari segi materi kami ini serba tercukupi. Apalagi Ambu Anne, sejak menjabat Bupati semua kebutuhan terpenuhi. Bahkan sekarang rajin membangun rumah mewah di mana-mana," jelas DM.
Saling serang antara Anne dan Dedi Mulyadi sekarang menjadi konsumsi publik. Laiknya perang Bharatayudha. Terakhir Anne menohok Dedi dengan pernyataannya soal keuangan Pemkab saat Dedi mulyadi berkuasan.
"Banyak tunggakan DBHP dan Siltap yang belum terbayar. Memang rajin pencitraan tapi tata kelola keuangannya saat masih menjabat Bupati amburadul," jelasnya. (*)