Fahmi menjelaskan tidak ada menang atau kalah dalam perbuatan hukum artinya benar dan salah.
“Tidak ada menang atau kalah in ikan kita bukan berbicara tentang sepak bola,saya berbicara urusan hukum artinya benar dan salah,” ucapnya.
“Secara hukum tidak ada perbuatan pidana yang dilakukan Nikita,” tambahya.
Dalam sanggahannya Deddy selaku host kemudian menerangkan orang yang benar bisa jadi kalah.
“Iya tapikan orang benar bisa jadi kalah, orang salah bisa menang,” ucap Deddy.
Hukum di Indonesia sebetulnya tegak urus namun dari cara penyelesaiakannya yang keliru, cara pembelaan yang keliru, tidak paham cara pembelaan atau proses hukum yang benar.
“Orang melihatnya secara jauh tapi hukum di Indonesia sebetulnya tegak urus namun dari cara penyelesaiakannya yang keliru sehingga merasa dideskriminasi,” ucap Fahmi.
“Sebagai contoh kasus Niki, kalo tidak bisa memahami KUHP secara baik, sidang ini akan berjalan ampa kehadiran pelaku,” tandasnya.
Baca Juga: Bawaslu Putuskan KPU Sulsel Tidak Bersalah Soal Verifikasi Parpol, Koalisi Akan Ambil Hak Koreksi