SuaraTasikmalaya.id-Ini adalah khutbah jumat singkat Jumat 24 Februari 2024 dengan tema semangat ibadah di bulan Sya'ban', dikutip SuaraTasikmalaya.id dari laman ngaji.id.
Khutbah Jumat Pertama tentang Semangat Dibulan Sya’ban
Wahai hamba-hamba Allah.. Saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada semua yang hadir di tempat ini agar senantiasa bertakwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Kita tidak akan pernah berbahagia, kita tidak akan pernah terlepas dari penderitaan, dan kita tidak akan pernah dapat masuk surga kecuali kita menjadi insan yang bertakwa. Jangan mati kecuali dalam kondisi Islam. Bukankah Allah berpesan:
“Wahai orang-orang yang beriman…”
Betapa seringnya Allah Jalla Jalaluhu memanggil hamba-hambaNya dengan sifat yang mulia ini “Wahai orang-orang yang beriman”. Sebagian kita sampai hari ini tidak tahu berapa kali dipanggil sama Allah ‘Azza wa Jalla.
Sehingga bagaimana dia akan menjalankan perintah Ilahi? Bagaimana dia akan menggapai kebaikan dan terhindar dari keburukan, kalau dia tidak pernah mendengarkan panggilan Allah ‘Azza wa Jalla.
Terkadang ada pengumuman yang diumumkan. Pengumuman itu biasanya hal-hal yang berharga dan diperlukan oleh orang-orang. Tapi kalau tidak mendengarkan pengumuman itu maka kita jadi tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi?
Bagaimana kalau pengumuman itu datangnya dari Rabbul ‘Alamin, dari Allah Jalla Jalaluhu? Allah mengajarkan: (bertakwalah kalian kepada Allah), bukan sekedar di lisan, bukan sekedar dalam tulisan, bukan sekedar tampak dalam penampilan.
Ingat bahwa Allah tidak melihat kepada rupa kita. Allah tidak melihat kepada harta yang kita miliki, mobil yang kita naiki, rumah yang kita tempati, jabatan yang kita duduki, Allah tidak melihat kesana, jama’ah. Allah melihat kepada hati dan amal perbuatan kita.
Dan tempatnya takwa, kata Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam:
“Di sini (menunjuk dada) tempatnya takwa.”
Kalau sekedar di tulisan, kalau sekedar dalam lisan, dalam penampilan belaka, belum kita bertakwa dengan sebenarnya.
Laksanakan perintah Allah, jauhilah laranganNya walaupun tidak ada satupun yang memandang kita. Bersyukur kepada Allah.
Sebagian kita hidup mengeluh dan terus mengeluh. Tatkala harga minyak naik, tatkala minyak goreng langka, bagaimana mengeluhnya dia? Dia lupa bahwa yang memberikan rezeki kepada dia tatkala harga minyak goreng murah itu Allah ‘Azza wa Jalla. Dan sekarangpun Allah yang memberikan rezeki.