SuaraTasikmalaya.id - Final EFL Cup atau Carabao Cup atau Piala Liga Inggris musim 2022/2023 akan digelar malam ini, Minggu (26/2/23) pukul 23.30 WIB di Stadion Wembley, London.
Laga ini akan menentukan siapa yang layak menggenggam trofi piala domestik tersebut. Apakah Manchester United atau Newcastle United?
Baik MU maupun Newcastle tengah menikmati momen indah bertengger di papan atas klasemen sementara Premier League. The Red Devils di posisi 3 dan The Magpies di peringkat 5.
Final Carabao Cup pun terasa pantas karena menyajikan duel tim papan atas, bukan tim gurem. Meski level turnamen ini gengsinya masih di bawah Liga Primer Inggris dan Piala FA.
Lord Karius Muncul Lagi
Namun, sosok yang muncul menjadi kejutan justru bukanlah salah satu dari deretan bintang top dari kedua tim. Melainkan seorang pesakitan yang tengah susah-payah membangun kariernya lagi setelah terjun bebas dari ketenaran.
Sosok tersebut ialah Loris Karius, kiper berkebangsaan Jerman yang kini berusia 29 tahun.
Karius sempat menatap karier gemilang setelah direkrut Jurgen Klopp dari Mainz (Bundesliga) untuk gabung ke Liverpool. Saat itu musim panas tahun 2016, umurnya baru 22 tahun.
Klopp mendatangkannya karena tak puas dengan performa kiper utama The Reds waktu itu yakni Simon Mignolet.
Baca Juga: Dibangun 1932, Kisah Stadion Sriwedari Jadi yang Tertua di Jawa Tengah
Pelatih asal Jerman itu pun seringkali memainkan Mignolet dan Karius secara bergantian untuk menumbuhkan kompetisi dalam tim.
Pelan-pelan Karius tampil lebih menjanjikan ketimbang Mignolet, hingga dirinya sering dipercaya Klopp main di laga-laga krusial.
Karius sedang dalam perjalanan menjelma menuju superstar di Liverpool.
Laga Pembunuh Karier Karius
Sampai tiba saatnya kiper bertinggi 191 cm itu dipercaya tampil di final Liga Champions 2017/2018 menghadapi Real Madrid.
Karius tampil gugup dan penuh error. Dua blunder fatalnya berbuah 2 gol hadiah untuk Madrid. Hingga raksasa Spanyol itu bisa membungkus kemenangan 3-1 dengan mudah di Kyiv.
Kiper malang itu pun dihujat habis-habisan oleh sebagian besar fans Liverpool sebagai biang kegagalan meraih trofi Champions League.
Klopp masih membela anak asuhnya itu, ia beralasan performa buruk Karius gara-gara benturan di kepala sebelum kebobolan gol pertama Madrid. Sehingga Karius tampil dalam kondisi cedera.
Sayangnya, Karius kadung dicap sebagai biang kerok. Tak ada obatnya.
Karier Lord Terjun Bebas
Saking sebalnya dengan Karius, fans The Reds menyematkan julukan ‘Lord’ kepadanya. Julukan yang seharusnya mengandung arti terhormat atau dihormati.
Lord yang ini justru gelar julukan kebalikannya, julukan untuk seorang pecundang.
Kesedihan Karius makin menjadi kala manajemen Liverpool memutuskan untuk membeli Alisson Becker dari AS Roma untuk jadi kiper utama.
Ternyata Alisson memang kiper kelas dunia. Posisinya langsung tak tergantikan lagi menjadi si nomor 1 di bawah mistar sejak musim 2018-2019 dimulai.
Entah malu gara-gara very bad day lawan Madrid atau minder dengan kedatangan Alisson, Karius memutuskan gabung Besiktas sebagai pemain pinjaman pada Agustus 2018.
Di klub Turki tersebut, Lord Karius main cukup banyak yakni 67 kali. Sebelum kontak pinjamannya diputus pada Mei 2020 karena isu gaji yang tertunggak.
Ia lalu kembali dipinjamkan Liverpool ke Union Berlin di musim 2020/2021. Sayangnya pria yang pernah sekali memperkuat timnas Jerman itu kalah saing dengan Andreas Luthe.
Di klub Liga Jerman itu, Karius tercatat cuma main 5 kali saja.
Sang Lord pun kembali ke Liverpool pada Juni 2021 untuk menyelesaikan kontraknya setahun terakhir di Anfield.
Nahas, ia sama sekali tak pernah main sepanjang musim 2021/2022, bahkan nomor punggung pun tak dikasih (!).
Kariernya sudah benar-benar tenggelam saat itu. Tak ada lagi yang mau menoleh kepada Karius, terutama bila mengingat blunder bodohnya versus Madrid di Kyiv.
Sejak kekalahan di final dari Los Blancos itu, Karius tak pernah merumput lagi bersama Liverpool satu kali pun. Tragis! (*)
Bersambung ke Part 2