SuaraTasikmalaya.id - Pertamina dikagetkan dengan salah satu deponya, yaitu Depo Plumpang di Jakarta utara, terbakar hebat. Kebakaran ini diawal suara ledakan keras, lalu kobaran api semakin membesar.
Kobaran api ini merembet ke wilayah pemukinan padat penduduk sehingga kebakaran ini menimbulkan korban jiwa. Diketahui, sampai saat ini, terdapat korban meninggal sejumlah 17 orang, sementara untuk korbal luka, diduga lebih dari 60 orang.
Di sisi lain, publik mulai penasaran terkait dengan fungsi dari Depo tersebut. Apa perbedaannya dengan Kilang? Berikut penjelasannya.
Depo minyak dan kilang minyak adalah dua istilah yang sering digunakan dalam industri minyak dan gas. Walaupun keduanya terkait dengan minyak, namun keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.
Depo Minyak
Depo minyak adalah tempat penyimpanan minyak mentah, bahan bakar, dan produk turunannya. Depo minyak ini digunakan untuk menyimpan minyak mentah yang dihasilkan dari sumur minyak dan kemudian diproses di kilang minyak. Selain itu, depo minyak juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara untuk produk minyak yang akan didistribusikan ke konsumen.
Depo minyak biasanya berbentuk tangki besar yang terbuat dari baja atau beton bertulang. Tangki tersebut dilengkapi dengan sistem pengatur suhu dan tekanan agar minyak mentah dan produk turunannya dapat disimpan dengan aman dan stabil.
Depo minyak memiliki kapasitas penyimpanan yang beragam, dari ratusan hingga ribuan barel minyak. Kapasitas depo minyak biasanya disesuaikan dengan kebutuhan wilayah atau pasar yang dilayani. Depo minyak biasanya terletak dekat dengan pelabuhan atau jalan raya utama untuk memudahkan transportasi.
Kilang Minyak
Baca Juga: Peringatan Hari Obesitas Sedunia dan Permasalahan Obesitas pada Masyarakat
Kilang minyak adalah tempat pengolahan minyak mentah menjadi bahan bakar dan produk turunannya seperti bensin, diesel, dan pelumas. Kilang minyak ini memiliki berbagai fasilitas pengolahan dan pembersihan, seperti distilasi dan fraksinasi. Kilang minyak juga memiliki fasilitas pemurnian, pengolahan, dan penyimpanan gas alam.
Kilang minyak dapat memproses ribuan hingga ratusan ribu barel minyak per hari, tergantung pada ukuran kilang dan sumber minyak mentah yang tersedia. Hasil produksi dari kilang minyak akan didistribusikan ke depot minyak untuk disimpan dan didistribusikan ke konsumen.
Perbedaan Antara Depo Minyak dan Kilang Minyak
Perbedaan utama antara depo minyak dan kilang minyak adalah pada fungsinya. Depo minyak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara untuk minyak mentah dan produk turunannya sebelum didistribusikan ke konsumen. Sementara kilang minyak berfungsi sebagai tempat pengolahan minyak mentah menjadi berbagai jenis produk minyak dan gas alam.
Selain itu, kapasitas dan ukuran antara depo minyak dan kilang minyak juga berbeda. Depo minyak memiliki kapasitas yang lebih kecil dan terletak dekat dengan pelabuhan atau jalan raya utama. Sementara kilang minyak memiliki kapasitas yang lebih besar dan biasanya terletak di daerah yang lebih terpencil. (*)