SuaraTasikmalaya.id - Manchester United berhasil menggebuk sang tamu dari Andalusia, Real Betis dengan skor meyakinkan 4-1 di leg 1 babak 16 besar Liga Europa, Jumat pagi (10/3/23) di Old Trafford.
Dengan kemenangan ini, Setan Merah sukses menapakkan satu kaki di perempat final Europa League 2022/2023.
Leg 2 akan digelar pekan depan di Stadion Benito Villamarin, Sevilla. Namun, akan sangat sulit bagi Betis untuk mengejar defisit 3 gol tak berbalas dari MU.
Weghorst Menangis Usai Cetak Gol
Ada pemandangan unik di kemenangan 4-1 United lawan Betis. Terutama saat terjadinya gol keempat Setan Merah.
Bermula dari sepak pojok yang diambil Bruno Fernandes. Bola langsung disodorkan secara terukur ke Facundo Pellistri di sayap kanan.
Pellistri dengan lincah langsung menggiring bola melebar ke sisi kiri kotak penalti lawan. Pagar pemain Betis langsung terurai.
Pemain muda asal Uruguay itu lalu melepas crossing datar ke arah Scott McTominay di depan mulut gawang. Pemain Skotlandia itu segera menembak, namun ditepis dengan cekatan oleh kiper Claudio Bravo.
Bola muntah tepisan kiper tanpa ampun disambar sepakan kaki kanan Weghorst yang berdiri bebas di kotak penalti. Gol!
Baca Juga: Paradoks Rafael Alun Trisambodo, Pejabat Pajak Tapi Ngemplang Pajak
Weghorst langsung berlari ke dekat tribun Stretford End, mengepalkan tangan ke udara dan melakukan sliding di rumput yang licin oleh salju.
Ia lalu berlutut di dekat bendera corner-kick dan terlihat tertunduk sesenggukan. Striker Belanda itu menangis histeris!
Rekan-rekan setimnya pun kemudian menghampiri dan mengerubunginya. Beberapa di antaranya berusaha menenangkan mantan striker Besiktas itu yang tampak emosional berurai air mata.
Gol Perdana Wout di Old Trafford
Tangis Weghorst itu bukan tanpa sebab. Gol lawan Betis itu adalah gol perdananya buat MU yang dibikin di Old Trafford.
Sejak dipinjam dari Burnley Januari silam, statistik gol Weghorst memang memprihatinkan. Hanya mampu mencetak sebiji gol dari 14 laga MU di semua ajang.
Sebiji gol itu ia bikin kala bermain di Carabao Cup. Baru kali ini striker berusia 30 tahun itu mencetak gol lagi setelah puasa nyekor hampir 2 bulan.
Meski tak subur dalam mengoleksi gol, manajer Erik ten Hag hampir selalu memasangnya sebagai starter.
Kabarnya pelatih Belanda itu suka dengan gaya main Weghorst yang gemar turun menjemput bola dan fasih menerapkan pressing di area pertahanan lawan.
Ten Hag juga menginstruksikan penyerang bertinggi 197 cm itu sebagai pemantul bola di lini depan. Sekaligus berguna untuk menerapkan taktik long ball jika situasi buntu dalam menyerang.
Tebus Kesalahan Saat Lawan Liverpool
Di laga versus Betis tadi malam, hampir semua pemain MU tampil sangat baik. Mereka sepertinya ingin menebus permainan buruk saat menghadapi Liverpool pekan lalu.
Salah satu penampil terbaik ialah Wout Weghorst. Sepanjang laga ia tampil spartan dan seolah tak kenal lelah berlari dan melakukan pressing di area pertahanan lawan.
Dua peluang emas saat lawan Betis melibatkan mantan striker Burnley ini.
Misalnya di menit 16, dia hampir saja mencetak gol menyambut umpan silang Luke Shaw. Sayang upayanya digagalkan bek lawan.
Lalu di menit 78, Weghorst memanfaatkan terpelesetnya William Carvalho hingga bola bisa dicurinya dan diumpankan ke Antony.
Sayang sekali setelah one-on-one dengan kiper, winger Brasil itu tak sukses menceploskan bola ke dalam gawang.
Wout pantas menangis bahagia dengan golnya itu. Mungkin sebuah perasaan lega tersendiri bisa mencetak gol di Old Trafford.
Lega pula karena bisa membalas segala kritikan padanya selama ini. (*)