SuaraTasikmalaya.id – Ramadan merupakan bulan mulia dan yang dinanti umat Islam di seluruh dunia.
Dalam Ramadan terdapat banyak keberkahan, sehingga umat Islam begitu bergembira dan antusias menyambut bulan kesembilan dalam kalender Hijriah ini.
Namun, tahukah Anda jika saat Ramadan terdapat duka yang sangat mendalam di hati umat muslim?
Ya, satu di antara istri Nabi Muhammad SAW yaitu Sayyidah Aisyah RA wafat di bulan Ramadan.
Aisyah RA wafat pada tanggal 17 Ramadan 58 Hijriah atau tahun 678 Masehi di usia 67 tahun.
Akan tetapi, ada riwayat lain yang menyebut bahwa umur Aisyah RA kala wafat adalah 66 tahun dan ada juga yang menyebut 85 tahun.
Sebelum wafat, Aisyah RA sempat sakit selama beberapa bulan sebelum memasuki bulan Ramadan.
Tetapi Aisyah RA tidak pernah menunjukkan pada orang lain jika dirinya sedang sakit termasuk para sahabat sekali pun.
Seiring berjalannya waktu, sakit yang dialami Aisyah RA semakin parah, hingga pada akhirnya ia meninggal dunia.
Pada waktu meninggal dunia, Aisyah RA tengah menunaikan Shalat Witir.
Aisyah RA dimakamkan pada malam itu juga di pemakaman utama Baqi.
Pemakaman tersebut terletak di Madinah yang lokasinya tidak jauh dari Masjid Nabawi.
Abu Hurairah saat itu memimpin Shalat jenazahnya. Sementara orang yang memasukkan jenazah Aisyah RA ke liang lahat adalah Abdullah, Abdullah bin Muhammad bin Abu Bakar, Urwa, al-Qasim bin Muhammad, dan Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Bakar.
Kabar meninggalnya Aisyah RA tersebar dengan cepat dan meluas ke seluruh penjuru negeri.
Hal ini membuat banyak orang berbondong-bondong untuk takziah ke tempat Aisyah RA.