SUARA TASIKMALAYA - Setelah sahur Ramadhan, mungkin sebagian orang biasanya akan kembali tidur. Jika sesekali terbangun karena ingin buang air kecil, tentunya itu hal yang wajar. Tapi, ketika kamu justru sering kencing setelah sahur, apakah ini normal? Atau ada penyakit lain yang melatarbelakanginya? Simak ulasannya!
Seringnya buang air kecil setelah sahur itu bisa terjadi karena beberapa faktor, mulai dari kondisi normal tubuh, atau bahkan merupakan pertanda sebuah penyakit.
Sederhananya adalah saat merasa kedinginan sehabis ambil air wudhu di waktu subuh, kemungkinan responnya terus menerus ingin buang air kecil.
Selain itu, jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi pada saat sahur juga bisa menjadi faktor penyebab buang air kecil terus menerus. Misalnya, sahur dengan makanan atau minuman manis.
Dilansir dari laman Klikdokter.com pada Kamis, (6/4/2023), selain hal tadi, beberapa penyakit bisa menjadi penyebab seringnya buang air kecil setelah sahur. Apa saja penyakitnya? Berikut ini beberapa di antaranya.
1. Diabetes Melitus
Diabetes mellitus merupakan gangguan hormon insulin yang menyebabkan penderitanya mengalami banyak buang air kecil.
Hal itu karena diabetes menyebabkan terjadinya peningkatan kadar gula darah yang selanjutnya membuat urine banyak mengandung glukosa. Hal itu akan merangsang sifat osmosis, sehingga akan semakin banyak urine yang dikeluarkan.
Meski begitu, diabetes tak hanya bisa dilihat dari sering kencing, bisa juga dari gaya hidup, faktor keturunan, ada gejala lain yang muncul atau tidak, dan diganosis diabetes.
2. Gangguan Prostat
Prostat merupakan salah satu organ khusus pria yang berperan pada fungsi reproduksi. Pada usia 60-an tahun, prostat biasanya akan semakin membesar, sehingga dapat menekan saluran kencing.
Baca Juga: Timnas Bola Voli Putra Indonesia Terhindar dari Grup Neraka di SEA Games 2023
Jika hal itu terjadi, pasien gangguan prostat menjadi sering kencing. Ini karena penderita penyakit ini biasanya kencing dalam jumlah yang sedikit-sedikit atau tidak tuntas. Kondisi inilah yang kemudian membuat buang air kecil menjadi lebih sering.
3. Neurogenic Bladder
Neurogenic bladder adalah hilangnya fungsi kandung kemih yang normal akibat kerusakan pada sebagian sistem sarafnya.
Kondisi ini bukanlah sebuah penyakit spesifik, tapi bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, seperti adanya gangguan pada otak, tulang belakang, atau saraf itu sendiri.
Salah satu gejala penderita neurogenic bladder adalah tidak bisa menahan kencing, termasuk pada malam dan pagi hari setelah sahur.
4. Infeksi Saluran Kencing
Infeksi saluran kencing lebih sering dialami oleh wanita. Kondisi ini juga bisa terjadi setelah menikah, yang disebut dengan honeymoon cystitis.
Salah satu gejala yang muncul dari infeksi saluran kencing adalah frekuensi buang air kecil yang sering, disertai dengan rasa sakit dan panas.
5. Batu Ginjal
Batu ginjal adalah butiran mineral yang menyerupai batu yang terbentuk dalam kandung kemih manusia.
Selain sering buang air kecil, termasuk di pagi hari, tanda lain dari penyakit batu ginjal adalah nyeri pada satu sisi pinggang. Bisa terjadi di sisi kanan atau kiri, tergantung pada organ ginjal yang mengalami batu ginjal. Jika batu ginjalnya masih kecil, kemungkinan dapat keluar bersama urine yang biasa disebut dengan kencing berpasir.
Itulah beberapa penyakit yang merupakan penyebab seseorang seringkali buang air kecil selepas sahur. Meski begitu, frekuensi buang air kecil yang sering bukan berarti ada masalah serius pada kesehatan.
Agar lebih memastikannya, hal ini bisa langsung dikonsultasikan ke dokter atau melakukan pemeriksaan darah. Sebagai langkah pencegahan, juga dapat mengisi sahur dengan minuman yang sehat dan menghindari minuman manis, seperti kopi atau teh dengan gula. (*/editor zahran)