SuaraTasikmalaya.id – Lailatul Qadar merupakan malam yang paling dinanti dan dicari umat muslim saat bulan Ramadhan.
Akan tetapi tidak semua umat muslim bisa merasakan keistimewaan dan keberkahan dari malam Lailatul Qadar tersebut.
Lantas, bagaimana cara kita sebagai umat muslim dapat mendapatkan keistimewaan dan keberkahan dari malam Lailatul Qadar itu?
Dalam sebuah tausiahnya, Buya Yahya membeberkan sebuah amalan yang bisa dilakukan umat muslim agar bisa mendapatkan keistimewaan malam Lailatul Qadar.
Tidak ada yang tahu kapan malam Lailatul Qadar itu akan datang. Hal ini bertujuan agar umat muslim dapat berlomba-lomba dalam ibadah setiap malam di bulan Ramadhan.
Namun, sebagian ulama menyebutkan jika malam Lailatul Qadar akan datang di tanggal ganjil 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
“Di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, di hari yang ganjil Imam Syafii cenderung di malam 21 Ramadhan,” kata Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan jika umat muslim selalu menghidupkan bulan Ramadhan dari awal hingga akhir, maka tidak menutup kemungkinan mereka akan mendapatkan keistimewaan malam Lailatul Qadar.
"Menunggu Malam Lailatul Qadar caranya dengan menghidupkan Ramadhan, dan mereka telah menunggu dari awal Ramadhan hingga akhir Ramadhan, maka kesempatan mendapatkan malam mulia tersebut 100 persen," kata Buya Yahya.
Di samping itu, Buya Yahya menyampaikan apa yang selalu Nabi Muhammad SAW lakukan di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
“Di 10 hari Ramadhan, Nabi selalu beritikaf. Ada juga yang mengatakan itikaf harus sehari semalam, ada juga yang mengatakan boleh itikaf hanya sebentar. Duduk masjid, kemudian dia berdoa kepada Allah, maka dia akan mendapat pahala,” ungkap Buya Yahya.
Penting untuk dilakukan agar bisa meraih keistimewaan malam Lailatul Qadar adalah dengan mengurangi kemaksiatan.
“Di samping itu kita juga harus mengurangi kemaksiatan. Hal ini yang harus selalu diperhatikan,” kata Buya Yahya.
Ada pun doa yang selalu diajarkan Nabi SAW kepada Sayyidina Aisyah saat memasuki malam Lailatul Qadar agar selalu di amalkan oleh umat muslim.
“Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni.”