SuaraTasikmalaya – CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi merasa prihatin atas nasib eks kapten PSIS Semarang Wallace Costa yang nasibnya memprihatinkan. Wallace harus pulang ke negeri Samba Brazil karena memang sudah habis izin tinggalnya di Indonesia.
“Pertama kami prihatin karena Wallace pernah memperkuat PSIS. Kami pun juga mendoakan semoga Wallace dan keluarga selamat sampai Brasil,” kata Yoyok Sukawi dalam keterangan persnya kepada wartawan Kamis (6/4/2023).
Wallace Costa dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II Kediri karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan di Indonesia. Tak ada klub yang mau menampungnya usai putus kontrak dengan PSIS, padahal Wallace Costa selama di PSIS pernah jadi kapten tim dan penampilannya gemilang.
Catatan Tasikmalaya.suara.com. kurang lebih tiga tahun berkarir di PSIS Semarangm bek iini cukup produktif dengan mencetak 13 gol dan 15 assist dari 63 pertandingan bersama PSIS. Wallace memang pemain seia di satu klub.
Berkaca dari kejadian Wallace Costa bos PSIS Yoyok Sukawi berpesan kepada pemain-pemain asing yang tidak memiliki klub untuk tidak memaksakan diri tinggal di Indonesia. Sebab pada akhirnya akan dideportasi.
“Mungkin buat semua pemain asing yang tidak punya klub, jangan dipaksakan untuk tinggal di Indonesia dan main tarkam di sini,” kata Yoyok Sukawi.
Wallace Costa memang meninggalkan Indonesia pada Rabu (5/4/2023) malam melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta bersama anak dan isterinya. (*)