SUARA TASIKMALAYA -Sejumlah ulama Kota Tasikmalaya mengecam kemaksiatan di kota santri merajalela. Termasuk beredarnya video mesum di hotel berbintang di kawasan Yudanegara.
Salah seorang ulama Tasikmalaya KH Yan Yan Al S.Kom.I, M.Pd mengatakan video heboh diduga adegan dewasa adalah perbuatan tercela dan tak pantas dilakukan di kota Tasikmalaya. Tanda kiamat sudah dikabarkan Rasulullah yaitu semakin banyak perbuatan maksiat.
Sekarang ini, tandas Ustadz Yan Yan Al Bayani, perbuatan maksiat tanda kiamat sudah merajalela “Maksiat di akhir zaman makin merajalela. Itu sudah dikabarkan Rasulullah,” ujar ulama asal Mangkubumi yang dikenal keras memerangi kemaksiatan di Kota Tasikmalaya.
Ustadz Yan Yan Al Bayani meminta untuk Kota Tasikmalaya agar sama-sama dijaga. Video Heboh diduga adegan dewasa di hotel Tasikmalaya merusak citra.
“Maka di mana kita mau memposisikan diri? Di pihak pelaku, pendukung atau penentang maksiat?” tanya Ustadz Yan Yan Al Bayani.
Begitu video heboh beredar, Ustadz Yan Yan dan para ulama Kota Tasikmalaya langsung bersikap.
Salah satunya tabayun ke pihak hotel tempat lokasi video heboh. Sekaligus juga mengintakan kepada para pengelola hotel untuk menjaga citra Kota Tasikmalaya.
“Agar pengelola hotel sejalan dengan semangat Perda Tata Nilai. Lebih selektif dalam mengelola hotelnya tidak dijadikan ajang mesum,” tegasnya.
Ulama menyikapi viralnya video heboh di hotel Tasikmalaya, tutur Ustadz Yan Yan Al Bayani, menuntut 2 poin:
Baca Juga: Lanjutkan Safari ke Mantan Wapres, Besok Cak Imin Sowan ke Try Sutrisno untuk Minta Wejangan
Hal senada dikemukakan Ketua MUI kota Tasikmalaya Aminudin Bustomi meminta kasus ini diusut tuntas terlebih jika terbukti merupakan praktik prostitusi. Sebab akan mencoreng Tasikmalaya sebagai kota santri. (*)