SUARA TASIKMALAYA - Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, merupakan kabupaten yang memiliki sejumlah keunikan yang membuatnya disorot di antara daerah-daerah lainnya di Indonesia.
Salah satu keunikan yang mencuat adalah keberadaan Ponpes Al Zaytun, sebuah pondok pesantren yang juga menjadi pusat kontroversi dan perhatian publik akhir-akhir ini.
Meskipun kontroversial, Ponpes Al Zaytun tetap menjadi objek perhatian publik dan menarik minat banyak orang. Keberadaannya turut memberikan pengaruh signifikan terhadap wilayah Kabupaten Indramayu.
Ponpes Al Zaytun terletak di Kabupaten Indramayu dan didirikan pada tanggal 13 Agustus 1996. Setelah proses pembangunan yang cukup panjang, pondok pesantren ini resmi dibuka pada 1 Juli 1999 dengan peresmian oleh Presiden RI ketiga, B.J. Habibie, pada tanggal 27 Agustus 1999.
Kabupaten Indramayu dikenal sebagai penyumbang tenaga kerja Indonesia (TKI) terbanyak. Data dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menunjukkan bahwa pada tahun 2021, sebanyak 5.262 orang asal Indramayu menjadi buruh migran Indonesia.
Selain itu, Indramayu juga memiliki keunikan lainnya, seperti Kilang Balongan yang menjadi salah satu kilang minyak terbesar di Indonesia. Kilang ini memiliki kapasitas produksi yang tinggi dan berkontribusi dalam memenuhi pasokan energi di Indonesia.
Dalam konteks yang sama, Kabupaten Indramayu merupakan salah satu penghasil utama beras di Jawa Barat. Kontribusinya yang besar dalam produksi beras nasional menjadikannya sebagai lumbung padi terkenal.
Pertanian di wilayah ini sangat berkembang dengan adanya sistem irigasi yang baik dan penggunaan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas.
Selain pertanian, Kabupaten Indramayu juga terkenal dengan hasil bumi mangganya. Mangga gedong gincu, varietas mangga khas dari daerah ini, membuat Indramayu dijuluki sebagai Kota Mangga.
Salah satu kebudayaan khas Indramayu adalah Tari Topeng. Tari ini memiliki sejarah yang panjang dan kaya, awalnya merupakan hiburan untuk para raja dan keluarga kerajaan.
Awalnya, tari topeng hanya dipertunjukkan dalam upacara keagamaan dan prosesi kerajaan, tetapi seiring berjalannya waktu, tari ini juga dijadikan hiburan bagi masyarakat umum.
Baca Juga: Mengenal Sosok Rahmat Hidayat Pasangan Baru Kevin Sanjaya
Tari Topeng Indramayu ditandai dengan penggunaan topeng atau masker oleh para penari. Setiap topeng memiliki bentuk dan karakter yang berbeda, mewakili tokoh-tokoh dari cerita atau mitologi tradisional Jawa Barat. Setiap karakter memiliki gerakan khas yang menampilkan sifat dan karakteristiknya dengan jelas melalui gerakan tari.
Terakhir, Kabupaten Indramayu juga memiliki Hutan Mangrove yang berada di Desa Karangsong. Hutan Mangrove ini berfungsi selain sebagai penjaga pantai juga banyak dikunjungi oleh masyarakat Indramayu dan dijadikan sebagai obyek wisata.
Ketertarikan masyarakat untuk berwisata di Hutan Mangrove adalah karena keindahan hutan dan lokasinya yang tidak jauh. Lebih dari itu, hutan mangrove berpotensi besar dalam mengembangkan pantai dan kemungkinan akan menjadi Mina Polita, yaitu pengembangan suatu kawasan menjadi sebuah kota berbasis laut atau pantai.
Dengan segala keunikan dan kontroversinya, Kabupaten Indramayu tetap menjadi daerah yang menarik untuk dieksplorasi. Keindahan alamnya yang memukau dan warisan budayanya yang kaya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh tentang Indramayu dan segala pesonanya.
***
Sumber: indramayukab.go.id