SUARA TASIKMALAYA - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, beserta istri dan keluarganya akan melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Bandung pada hari Kamis (29/6).
Salat Idul Adha tahun ini di Masjid Raya Al Jabbar memiliki makna khusus karena merupakan kali pertama salat Id dilaksanakan sejak diresmikannya masjid tersebut pada 30 Desember 2020, kemarin.
Gubernur Ridwan Kamil, yang didampingi oleh istrinya, Atalia Praratya, juga akan melakukan penyembelihan hewan qurban. Masing-masing dari mereka akan menyembelih satu ekor sapi.
"Saya berkurban dua ekor (sapi) sama istri," ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, pada hari Selasa.
Dalam persiapan menyambut Idul Adha, Gubernur Ridwan Kamil menyebutkan bahwa rapat eksekutif membahas persiapan di Masjid Raya Al Jabbar. Ia berharap agar perayaan Idul Adha tahun ini berjalan lancar, dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat dalam melaksanakan ibadah qurban.
Selain itu, Ridwan Kamil mencatat bahwa penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Penyakit Kulit (PK) tidak seberat tahun lalu, meskipun masih ada ancaman penyakit cacar sapi.
Terkait kedekatan momentum qurban dengan awal tahun ajaran baru, gubernur meyakini bahwa hal tersebut tidak akan secara signifikan mempengaruhi minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam berkurban meskipun ada tambahan biaya yang dikeluarkan.
Untuk menjamin kesehatan hewan qurban, Ridwan Kamil menjamin bahwa tim dokter hewan telah dikerahkan sejak minggu lalu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada semua hewan qurban.
"Kami telah mengirim ratusan petugas minggu lalu. Jadi, warga dapat yakin bahwa tidak ada hewan yang sakit atau bermasalah yang akan dijual di pasar; semuanya sehat," jelasnya.
Gubernur Ridwan Kamil menekankan bahwa pedagang yang kedapatan menjual hewan qurban bermasalah akan ditindak tegas.
Baca Juga: Idul Adha di Kabupaten Indramayu: Pusat Kontroversi Ponpes Al Zaytun dan Deretan Keunikan Lainnya
"Jika ada masalah dengan hewan yang dijual, kami akan mengambil tindakan tegas," kata Ridwan Kamil.
Selain kesehatan hewan qurban, dirinya juga menekankan pentingnya memperhatikan aspek lingkungan selama proses penyembelihan hewan.
Ridwan Kamil mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sisa daging dan limbah hewan secara sembarangan ke tanah. Perlakuan khusus harus diberikan pada sisa daging dan darah.\
"Sisa daging dan limbah hewan qurban tidak boleh dibuang secara sembarangan, termasuk darahnya. Harus ada proses perlakuan khusus. Pada intinya, kita perlu mengutamakan kesehatan hewan dan juga mempertimbangkan aspek lingkungan di lokasi penyembelihan," tegas Ridwan Kamil.
Keterlibatan aktif dan perhatian gubernur terhadap kondisi hewan qurban dan lingkungan mencerminkan pentingnya menjunjung nilai-nilai dan ibadah yang terkait dengan peristiwa Islami Iduladha.
***
Sumber: https://jabarprov.go.id/pencarian?q=Ridwan%20Kamil