SUARA TASIKMALAYA - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto kemungkinan besar membaca arah untuk segera memberi keputusan dengan mengikuti peta besar yang "didalangi" Joko Widodo alias Jokowi.
Dalam dua pekan ini seperti diketahui bersama, posisi sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto terus digoyang kekuasaan Istana.
Orang kuat seperti Luhut Binsar Pandjaitan alias LBP, menyatakan kesiapan menjadi ketua umum Partai Golkar menggantikan Airlangga.
Bukan hanya LBP, orang dekat Jokowi lainnya, Bahlil Lahadalia juga menyatakan serupa, yakni siap menggeser posisi Airlangga.
Sementara politisi Golkar lainnya yang juga dikenal dekat dengan Jokowi, Bambang Soesatyo serupa dengan LBP dan Bahlil, siap jadi Ketua Umum Golkar.
Sadar jadi target kudeta, nama Airlangga banyak disorot pengamat. Ada yang menyarankan agar Airlangga melawan, apalagi Golkar adalah partai besar dan tua, sehingga mustahil kembali direcoki kekuasaan.
"Sudah jelas mereka ingin merebut Golkar agar sesuai dengan keinginan Istana," kata pengamat politik Rocky Gerung.
Nah, Airlangga rupanya membaca arus besar agar aman di pucuk pimpinan Golkar.
Dia memilih "berdamai" dengan kekuasaan dengan cara mengikuti maps Jokowi, yakni masuk dalam barisan.
![Airlangga Hartarto bertemu Puan Maharani [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/suara-partners/tasikmalaya/thumbs/1200x675/2023/07/29/1-airlangga-hartarto-bertemu-puan-maharani.jpg)
Bunga Indah Kuning Merah Sinyal Golkar Merapat
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan pertemuan Ketua DPP Puan Maharani dengan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto merupakan perintah dari Megawati Soekarnoputri.
Pertemuan dengan pemberian bunga warna merah dan kuning dari Airlangga ke Puan ini dianggal hal yang positif untuk peluang kerja sama PDIP dengan Partai Golkar untuk Pilpres 2024.
"Apa yang dilaukan mbak Puan Maharani mendapatkan tugas dari ibu Megawati Soekarnoputri dan bertemu dengan pak Airlangga di situ ada simbol yang sangat baik," kata Hasto di halaman masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (28/7/2023) malam.
"Ada bunga yang begitu indah, bunga merah dan kuning yang terpadu dan kemudian diserahkan ke mbak Puan," Hasto menambahkan.
Hasto menilai pemberian bunga tersebut menandakan jika pertemuan membuahkan hasil terutama soal peluang kedua partai bekerja sama mengusung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
"Ini menunjukkan bahwa pertemuan tersebut membuahkan satu hasil yang positif di dalam kerja sama kedua partai," tuturnya.
Golkar Kalkulasi
Lebih lanjut, Hasto menilai Partai Golkar akan melakukan kalkulasi terlebih dahulu sebelum nantinya melakukan deklarasi kerja sama politik mendukung Ganjar Pranowo sebagai bacapres.
"Golkar untuk melakukan deklarasi PDIP untuk melakukan kerjasama itu juga melakukan kalkulasi terhadap momentum. Tetapi pertemuan kemarin sudah memberikan fundamen yang sangat baik bagi kerjasama kedua partai," ujarnya.
Sementara ketika ditanya soal Golkar yang kekinian menyodorkan nama Ridwan Kamil sebagai bakal calon wakil presiden, Hasto menjawab secara diplomatis.
"Ya memang semua berbicara tentang cawapres sekarang. Karena itulah kita tunggu momentum ketika ibu Megawati Soekarnoputri berdialog dengan para ketua umum yang mengusung pak Ganjar sebagai calon presiden dan kemudian berdialog dengan presiden Jokowi sehingga nantinya akan diputuskan calon yang terbaik," pungkasnya.
Bunga Politik
Sebelumnya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan bunga berwarna merah dan kuning kepada Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Bunga itu diberikan ketika Puan Maharani bersamuh ke kediaman Airlangga di Jalan Tirtayasa Raya, Jakarta Selatan, Kamis kemarin.
Airlangga berkelakar bunga yang senada dengan warna Golkar dan PDIP yang ia berikan itu merupakan bunga politik.
"Hari ini bunga spesial, merah kuning dan ini bunga politik," kata Airlangga.
Usai menerima bunga pemberian Airlangga, Puan menyampaikan harapannya.
"Semoga berlanjut sampai 14 Febuari hari valentine hari kasih sayang, merah kuning," kata Puan. (*)