Hasil ini membuat Kamboja berada di posisi kedua dalam klasemen akhir Grup A dengan empat poin dari tiga pertandingan.
Namun, karena tim-tim dalam Grup B dan Grup C hanya bermain dua kali, poin dari pertandingan Kamboja melawan tim peringkat terbawah di Grup A tidak dihitung dalam kriteria penentuan runner-up terbaik.
Seperti yang telah diketahui, hanya satu tim runner-up terbaik yang akan mendapatkan tiket ke semifinal, selain dari tiga tim juara grup.
Dalam peringkat runner-up terbaik, Timnas Indonesia U-23 yang mengoleksi tiga poin saat ini berada di posisi teratas, diikuti oleh Filipina dengan satu poin dari satu pertandingan, dan Kamboja.
Apabila Filipina berhasil mengalahkan Vietnam pada matchday terakhir Grup C pada Selasa, 22 Agustus, maka Timnas Indonesia U-23 akan tersingkir. Pertanyaannya, apa yang akan terjadi dengan masa depan Shin Tae-yong jika Garuda Muda harus pulang lebih awal dari Piala AFF U-23 2023?
Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF U-23 2023 telah menuai kritik karena dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan selama empat tahun di bawah arahan pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Tak sedikit yang membandingkan kinerja Shin Tae-yong dengan Indra Sjafri. Seperti yang diketahui, Indra Sjafri berhasil membawa Timnas Indonesia U-22 meraih medali emas di SEA Games 2023.
"#STYOut buang-buang uang, lebih baik coach Indra," tulis salah seorang pendukung Timnas, @Kolex di akun Twitter pribadinya.
Banyak pula pendukung yang menginginkan PSSI untuk melakukan evaluasi terhadap kontrak Shin Tae Yong setelah Piala AFF U-23 2023 berakhir. Kontrak pelatih berusia 53 tahun ini akan habis dalam beberapa bulan mendatang.
Baca Juga: Berhasil Bawa Kemenangan! Berikut Hasil Pertandingan PSIS Semarang vs Persib Bandung
"Memang (timnas) tanpa target, tapi jangan sampai malu-maluin timnas kita. @Erickthohir sebaiknya pertimbangkan Indra Sjafri atau Fachri Husaini sebagai pelatih. Pelatih berbeda, strategi pun berbeda. #STYOut," komentar akun @PapaTerseret. (*)