SUARA TASIKMALAYA - Video yang menghebohkan mengenai tindakan kejam 3 remaja wanita terhadap seekor kucing dengan dicekoki miras di Padang, Sumatera Barat, telah menjadi viral di media sosial.
Video berdurasi 23 detik ini dibagikan oleh akun TikTok @story96, dikutip pada Selasa (5/9/2023). Dalam unggahannya itu memperlihatkan 3 orang remaja wanita melakukan tindakan mencekoki kucing dengan minuman keras dan direkam di dalam sebuah kamar.
"Yang lagi viral kucing dikasih minuman beralkohol," tulis pengunggah video tersebut.
Ketua Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru, dengan tegas mengutuk tindakan kejam yang terlihat dalam video tersebut. Doni Herdaru menduga bahwa minuman keras yang diberikan kepada kucing tersebut adalah jenis soju, sebuah minuman keras beralkohol.
Komunitas pecinta kucing bersama-sama dengan warga sekitar berhasil mengamankan ketiga wanita yang terlibat dalam video viral tersebut. Mereka ditemukan di dalam sebuah kamar kos, di Kawasan Gurun Laweh, Kota Padang. Keberanian komunitas pecinta kucing dan warga setempat ini mencegah ketiga pelaku kabur dengan membawa koper penuh pakaian, setelah video mereka menjadi viral dan menuai kecaman luas dari masyarakat.
Identitas ketiga remaja wanita yang mencekoki kucing dengan minuman keras tersebut telah diungkap sebagai Syinita Ade Putri, Lenni Marlina, dan Sisri Annisa Wahida. Setelah video kontroversial ini mendapat perhatian publik dan kecaman tajam dari berbagai pihak, ketiga pelaku tersebut akhirnya mengeluarkan permohonan maaf atas tindakan mereka.
Kasus ini telah menimbulkan reaksi keras dari masyarakat dan organisasi perlindungan hewan. Tindakan kejam terhadap hewan peliharaan adalah pelanggaran serius terhadap hak-hak hewan dan menimbulkan kekhawatiran akan kesejahteraan hewan di sekitar kita.
Pihak berwajib saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini dan akan mengambil langkah-langkah hukum yang sesuai terhadap ketiga pelaku.
Semoga kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua orang tentang pentingnya perlindungan hewan dan bahwa tindakan kejam terhadap hewan tidak akan ditoleransi dalam masyarakat yang beradab. (*)
Baca Juga: Profil Bos Indika Energy, Arsjad Rasjid yang Ditunjuk Ketua Tim Pemenangan Ganjar