SUARA TASIKMALAYA- Pinjol AdaKami tengah menjadi perbincangan netizen di media sosial, pasalnya perusahaan tersebut diduga menagih uang kepada korban yang terlilit hutang dengan cara meneror.
Seperti yang disampaikan oleh akun @rakyatvspinjol di akun Twiiter atau X, (17/9/2023), pasalnya, hal tersebut telah menjatuhkan korban yang tega menghabisi dirinya sendiri karena depresi tidak bisa membayar pinjol.
Disebut-sebut pinjaman online AdaKami memberikan biaya layanan sangat tinggi, hingga mendekati angka 100%.
Dari cerita yang beredar di media sosial Twitter atau X, korban tidak dapat membayar pinjaman tersebut karena bunga dari pinjol tersebut telah menjadi beban finansial.
Karena tak dapat membayar hutangnya, korban terus menerus diteror melalui sambungan telepon, bahkan sampai ke no perusahaan tempat korban bekerja.
Akibatnya teror pinjol, korban dipecat dari tempat ia bekerja, karena panggilan yang masuk dirasa menggangu kinerja operator telepon.
Setelah diipecat, nasib korban diperburuk oleh orderan fiktif makanan yang berdatangan ke alamat korban, diketahui setiap harinya hingga 5-6 orederan.
Kian lama, korban mengalami depresi karena teror yang dilakukan oleh pinjol secara terus menerus berdatangan.
Korban pun lebih memilih meangkhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Naasnya teror tersebut masih dilakukan meskipun korban telah meninggal dunia.
Baca Juga: GMC Kalbar Gelar Pelatihan Seni Ukir Kayu untuk Asah Kemampuan Para Pemuda
Diketahui pihak keluarga telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian, tragisnya polisi menemukan surat yang bertuliskan “AdaKami telah merusak hidup korban,”. (*)