Rencanakan Pemberontakan di Kuba, AS Ciptakan "Cuban Twitter"

Liberty Jemadu

Jum'at, 04 April 2014 | 00:28 WIB
Rencanakan Pemberontakan di Kuba, AS Ciptakan "Cuban Twitter"
Presiden Kuba, Raul Castro (Reuters/Jorge Silva ).

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat, lewat USAID, berencana menciptakan krisis politik di Kuba dengan membuat sebuah layanan media sosial berbasis pesan pendek, demikian hasil investigasi kantor berita Associated Press Rabu (2/4/2014).

"ZunZuneo", nama media sosial itu pertama kali diluncurkan pada 2009 dan menghilang secara misterius pada 2012, diharapkan bisa menjadi pemicu konflik politik di Kuba, sama seperti "musim semi Arab" di Timur Tengah. ZunZuneo diambil dari bahasa slang di Kuba yang berarti kicauan burung kolibri.

Dalam upayanya itu pemerintah AS menggunakan perusahaan rahasia dan menyalurkan uang untuk membiayai proyek itu via bank-bank asing. Pesan pendek berbasis telepon seluler dijadikan alat, karena mereka ingin menghindari pengawasan ketat pemerintah Kuba di dunia maya.

Proyek itu mempunyai dua tahap kerja, yang pertama membangun kelompok pengguna yang terdiri dari anak-anak muda. Kedua menggerakan anak-anak muda itu untuk menciptakan krisis politik. Data dan informasi para pengguna juga akan disimpan dan digunakan untuk kebutuhan politik di kemudian hari.

Uniknya proyek itu tidak dijalankan oleh badan intelijen AS seperti CIA atau NSA, tetapi oleh USAID (U.S. Agency for International Development) yang dikenal sebagai badan pemberi bantuan kemanusiaan AS.

Untuk menjalankan proyek itu USAID mengumpulkan pakar-pakar teknologi dari Costa Rika, Nikaragua, Washington, dan Denver. Mereka juga merekrut seorang direktur yang sama sekali tidak sadar bahwa perusahaanya didalangi oleh pemerintah US.

Dalam dokumen yang diperoleh AP dan hasil sejumlah wawancara dengan mereka yang terlibat di dalamnya dijelaskan bahwa proyek itu bergerak dalam dua langkah.

Pertama ZunZuneo akan menyediakan konten-konten biasa dan tidak politis seperti berita olahraga, sepak bola, cuaca, dan musik. Ketika jumlah penggunanya sudah mencapai angka tertentu, media sosial itu mulai mengeluarkan berita-berita politik dengan harapan bisa menginspirasi kaum muda, yang akan melahirkan "musim semi Kuba" - serupa dengan yang terjadi di Timur Tengah.

Pada masa jayanya ZunZuneo, yang diluncurkan pada 2009, memiliki lebih dari 40.000 pengguna di Kuba. Media sosial itu digunakan untuk berbagi informasi, berita, dan digunakan untuk menyampaikan pendapat secara bebas.

Tetapi lama-kelamaan pemerintah Kuba mulai mengendus ketidakwajaran dalam media sosial itu. USAID mengakui bahwa pada September 2012, ZunZuneo ditutup dan menghilang dari jagat maya. Adapun pemerintah komunis Kuba tetap memerintah di negara kepulauan itu. (New York Post)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Review Street Fighter: Antara Pesta Nostalgia dan Cerita yang Kehilangan Taji

Review Street Fighter: Antara Pesta Nostalgia dan Cerita yang Kehilangan Taji

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Jelang Persebaya vs PSS Sleman, Bonek Punya Misi Kemanusiaan untuk Korban Karhutla

Jelang Persebaya vs PSS Sleman, Bonek Punya Misi Kemanusiaan untuk Korban Karhutla

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Korupsi Dana Bencana BNPB Bikin 'Iblis Minder'! DPR Desak Pelaku Dihukuman Mati

Korupsi Dana Bencana BNPB Bikin 'Iblis Minder'! DPR Desak Pelaku Dihukuman Mati

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Apakah Sabun Cuci Muka yang Mengandung Retinol Aman Digunakan Setiap Hari?

Apakah Sabun Cuci Muka yang Mengandung Retinol Aman Digunakan Setiap Hari?

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Pakai Baju PDU ke Istana, Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon Dikabarkan Jadi Wamenhan

Pakai Baju PDU ke Istana, Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon Dikabarkan Jadi Wamenhan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:09 WIB

Presiden Prabowo Bakal Lantik Sejumlah Pejabat Sore Ini, Ada Pergeseran KSAD hingga Wamenhan

Presiden Prabowo Bakal Lantik Sejumlah Pejabat Sore Ini, Ada Pergeseran KSAD hingga Wamenhan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:06 WIB

Riau Kembali Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan, Berlaku hingga 30 November

Riau Kembali Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan, Berlaku hingga 30 November

Riau | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:06 WIB

Negara Hampir Lumpuh, Singapura Makin Sesak Napas karena Kebakaran Hutan Indonesia

Negara Hampir Lumpuh, Singapura Makin Sesak Napas karena Kebakaran Hutan Indonesia

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Kualitas Udara Terus Memburuk, Sekolah di Sulsel Terancam Diliburkan

Kualitas Udara Terus Memburuk, Sekolah di Sulsel Terancam Diliburkan

Sulsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Perjalanan Karier Musik Syahrini: Siap Konser Lagi, Harga Tiket Termahal Rp35 Juta

Perjalanan Karier Musik Syahrini: Siap Konser Lagi, Harga Tiket Termahal Rp35 Juta

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:05 WIB

×