Era Baru Media Sosial: Dibayar Karena Postingan

Esti Utami Suara.Com
Jum'at, 25 Juli 2014 | 14:53 WIB
Era Baru Media Sosial: Dibayar Karena Postingan
Ilustrasi sosial media. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Era baru dunia media sosial, mulai dikenalkan. Facebook dan sebagian besar sosial media dibangun dengan tujuan untuk berbagi semua hal kecuali uang. Setidaknya terdapat dua jasa yang berusaha untuk merubah premis tersebut yakni Bubblews dan Bonzo Me.

Bubblews, sebuah jaringan sosial yang sudah melaksanakan fase tes terakhir minggu lalu, membayar penggunanya untuk setiap postingan yang menarik pengunjung dan pengiklan. Perusahaan lainnya, Bonzo Me, sudah melakukan yang sama sejak awal Juli.

"Saya hanya merasa bahwa semua orang telah dimanfaatkan untuk waktu yang cukup lama," kata Pencipta Bonzo Me, Michael Nusbaum seperti dilansir laman The Tennessean.

"Facebook telah mendapatkan banyak uang dan orang yang menyediakan kontennya tidak mendapatkan apa-apa," tambahnya.

Bonzo Me membayar penggunanya hingga 80 persen dari keuntungan iklan untuk postingan paling populer.

Sedangkan formulasi kompensasi yang dari Bubblews lebih rumit. Perhitungan berdasarkan pada setiap klik yang didapat atau memancing aktivitas network lainnya. Sebagai permulaan, pembayaran awalnya berupa penny setiap diklik, komen atau like. Bubblews merencana untuk membayar 50 dolar Amerika secara bertahap, maksudnya butuh waktu yang cukup lama untuk pengguna agar bisa menikmati pembayaran pertama kecuali postingan yang mereka unggah tersebar secara massal di dunia maya.

"Tidak ada yang boleh masuk situs kami dengan harapan bisa berhenti bekerja. Namun kami berusaha adil kepad apengguna kami. Jaringan sosial tidak seharusnya menjadi tempat dimana Anda merasa dieksploitasi," kata CEO Bubblews, Arvind Dixit.

Bubblews juga berusaha untuk membuat jasanya berguna bagi pengguna dengan mendorong penggunanya mengunggah postingan yang lebih mendalam dibanding memosting subjek yang sepele. Untuk melakukannya, Bubblews mengharuskan penggunaan minimal 400 karakter setiap posting.

Analis Teknologi, Rob Enderle percaya bahwa Bubblews dan jasa serupa bisa berkembang. "Saya rasa, model konten bebas biaya ini tidak akan berlangsung lama," katanya.

Anda, lanjutnya, tidak bisa mempertahankan kualitas produk jika tidak membayar orang-orang yang menciptakan konten.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI