'Koran' Facebook Ancam Bisnis Koran Konvensional

Ruben Setiawan Suara.Com
Rabu, 26 November 2014 | 09:42 WIB
'Koran' Facebook Ancam Bisnis Koran Konvensional
Ilustrasi Facebook. (Shutterstock)

Facebook berambisi untuk menjadi 'koran' pribadi bagi jutaan anggotanya. Hal ini, oleh sebagian pihak, dinilai mengancam kelangsungan hidup media berita konvensional.

Situs jejaring sosial raksasa Facebook, bagi banyak penggunanya, memang menjadi sumber utama untuk mendapatkan berita. Ini dipandang sebagai bagian dari pergeseran cara orang mendapat informasi di era digital.

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg, dalam sebuah forum di awal November mengatakan bahwa ia ingin membuat beranda Facebook terpersonalisasi bagi setiap penggunanya.

Di sinilah keunggulannya menurut Zuckerberg. Ketika surat kabar konvensional menyediakan informasi yang sama kepada setiap pembacanya, Facebook bisa memilihkan berita yang berbeda, sesuai minat setiap penggunanya.

"Ini adalah pendekatan yang berbeda dalam hal penyajian berita," kata Ken Paulson, mantan redaktur media USA Today.

"Hal ini tak bisa dibilang baik, namun tak bisa pula dikatakan buruk. Namun, ini adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan surat kabar tradisional," katanya.

Di Facebook, keputusan soal berita-berita mana saja yang akan tampil tidak dilakukan oleh redaktur, melainkan sebuah sistem algoritma yang mampu menentukan, item berita mana yang paling menarik minat tiap-tiap pengguna.

Hal ini bisa jadi membuat komunitas jurnalisme tradisional merasa khawatir. Tetapi, sejumlah pakar media mengakui bahwa Facebook mampu menyajikan apa yang ingin dilihat atau dibaca oleh orang, dengan cara yang efisien pula.

"Itu (pilihan berita oleh Facebook) sangatlah intim, relevan, benar-benar tepat, dan itu tentang Anda. Ini lebih dari apa yang bisa dilakukan surat kabar manapun," kata Alan Mutter, mantan redaktur di sebuah surat kabar terbitan Chicago, Amerika Serikat.

Menurut Mutter, surat kabar berkutat pada model usahanya yang kuno, sementara Facebook membuat berita menjadi lebih personal. Ia juga mengatakan, tren ini akan terus berlanjut karena pembaca kaum muda tidak lagi mengkonsumsi produk cetak. (Gulfnews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI