Mahasiswa Brawijaya Buat Stopkontak Berbasis Smartphone

Ardi Mandiri

Selasa, 16 Desember 2014 | 07:39 WIB
Mahasiswa Brawijaya Buat Stopkontak Berbasis Smartphone
stopkontak. (shutterstocks)

Suara.com - Tiga mahasiswa Unversitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, menciptakan "stopkontak" yang bisa dipantau dari luar rumah dengan menggunakan teknologi berbasis smartphone, yakni "Stopkontak Mobile Listrik" (Stomoklis).

Dosen pembimbing ketiga mahasiswa dari Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK) UB tersebut, Gembong Edhi Setyawan di Malang, Selasa (16/12/2014), mengemukakan bahwa awalnya Stomoklis itu merupakan hasil penelitian dari tugas kuliah yang dikembangkan lebih lanjut dan akhirnya bisa menjadi sebuah temuan untuk membantu masyarakat dalam upaya menghemat listrik.

"Stomoklis ini merupakan stopkontak yang dapat dikendalikan melalui smartphone dengan memanfaatkan teknologi bluetooth yang mampu membaca kondisi stopkontak yang terhubung dengan mikrokontroller, sehingga pengguna bisa mengetahui alat elektronik mana saja di dalam rumah yang masih menyala," katanya.

Ketiga mahasiswa PTIIK yang menemukan Stomoklis berbasis smartphone itu adalah Alvin Leonardo, Merry Dewi Putri dan Ahmad Faris Adhnaufal.

Lebih lanjut, Grmbong menjelaskan Stomoklis tersebut terdiri dari beberapa komponen penting, yakni stopkontak khusus yang disambungkan pada relay dan mikrokontroller ATMEGA 168 dan software pengendali stomoklis yang dapat dioperasikan pada smartphone.

Dari komponen tersebut, pengguna dapat mengetahui alat elektronik mana saja di dalam rumah yang masih menyala, meski yang bersangkutan berada di luar rumah. Selain itu, melalui software stomoklis pada smartphone, pengguna juga bisa memberikan perintah menyambungkan atau memutus arus listrik pada stopkontak selama jarak mikrokontroller dan smarphone masih dalam jangkauan maksimum bluetooth.

Gembong menambahkan stomoklis buatan mahasiswa angkatan 2013 ini juga menyediakan dua mode waktu yang dapat dimanfaatkan pengguna dalam mengendalikan stopkontak. Pertama adalah mode coutdown yang memungkinkan pengguna untuk menyambung dan memutuskan arus listrik pada stopkontak setelah beberapa menit dikendalikan.

Sedangkan mode kedua adalah mode alarm yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik pada waktu yang telah ditentukan. Mode waktu yang disematkan pada stomoklis, dapat membantu penggunanya untuk mengatur pembatasan listrik.

"Keuntungan tersebut dapat digunakan bagi orang tua yang ingin membatasi penggunaan daya listrik pada benda-benda elektronik yang digunakan oleh anak-anak. Rencananya stomoklis akan dikembangkan lagi dengan fokus memperluas jangkauan kendali dan perbaikan kemasan produk," ucapnya.

Stomoklis tersebut telah mengantarkan ketiga mahasiswa PTIIK angkatan 2013 itu menjadi juara pertama kategori Lomba Kreativitas Mikrokontroler (LKM) pada Electrical Informatic and Games Competition (EIGHT), yakni sebuah kompetisi IT yang diselenggarakan oleh Himpunan Jurusan Teknik Elektro UM untuk mahasiswa se-Malang Raya pada akhir November lalu.

Yang melatarbelakangi diciptakannya Stomoklis tersebut di antaranya adalah maraknya isu krisis energi yang membuat banyak pihak mulai berinovasi untuk membuat produk-produk hemat energi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Dia Smartphone dengan Layar Ganda Buatan Rusia

Ini Dia Smartphone dengan Layar Ganda Buatan Rusia

Tekno | Kamis, 11 Desember 2014 | 09:52 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×