Katak Bertaring dari Sulawesi Tidak Bertelur Tapi Melahirkan

Liberty Jemadu

Senin, 05 Januari 2015 | 09:05 WIB
Katak Bertaring dari Sulawesi Tidak Bertelur Tapi Melahirkan
Limnonectes larvaepartus atau katak bertaring, spesies baru yang ditemukan di Sulawesi (Reuters/Jim McGuire).

Suara.com - Katak bertaring atau Limnonectes larvaepartus, spesies katak baru yang ditemukan di Sulawesi rupanya tidak saja unik karena taringnya tetapi juga karena caranya berkembang biak.

Dalam pelajaran biologi selalu dijelaskan bahwa binatang amfibi, termasuk katak, berkembang biak dengan cara bertelur, berbeda dari mamalia yang melahirkan anak-anaknya. Tetapi kata bertaring dari Sulawesi ini berbeda dari keluarga besar amfibi. Ia melahirkan kecebong, cikal bakal katak dewasa.

Katak bertaring dari Sulawesi itu pertama kali ditemukan oleh Jim McGuire, seorang pakar reptil dan amfibi dari Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat, ketika menggelar penelitian di Sulawesi pada pertengahan 2014 lalu. Katak dan kebiasaannya yang unik itu dibeberkan McGuire dan rekan-rekannya dalam artikel di jurnal PLOS ONE edisi 31 Desember kemarin.

McGuire pertama kali menemukan katak itu di hutan Sulawesi. Ketika itu ia melihat seekor kata yang dikiranya seekor jantan kecil. Tetapi ketika dia menangkapnya, ia menemukan bahwa bahwa amfibi itu adalah betina yang sedang melahirkan anak-anaknya.

"Segera setelah saya menggenggamnya, ia langsung menyemburkan kecebong-kecebong di tangan saya," kata McGuire, yang juga menemukan banyak kecebong di sebuah kolam di hutan tersebut.

Menurut McGuire, Limnonectes larvaepartus adalah satu-satunya katak yang berkembang biak dengan cara melahirkan. Binatang itu diduga memilih kolam yang tenang dibanding sungai karena khawatir kecebongnya akan dimangsa oleh katak bertaring yang hidup di sungai. Sementara menurut beberapa temuan, katak bertaring akan menjaga kecebong setelah dilahirkan.

Katak pada umumnya berkembang biak dengan cara bertelur. Pada sebagian besar spesies katak, betina biasanya akan mengeluarkan telurnya kemudian katak jantan akan menyemprotkan spermanya ke telur-telur tersebut. Sementara pada belasan spesies katak lainnya, jantan bisa membuahi telur di dalam tubuh katak betina.

Katak temuan McGuire adalah spesies katak bertaring keempat yang ditemukan di Sulawesi. Para peneliti menduga ada sekitar 25 spesies katak bertaring di kawasan Indonesia bagian utara itu.

Adapun nama "katak bertaring" diberikan karena katak itu mempunyai struktur mirip taring pada rahang bagian bawah, yang juga digunakan sebagai alat untuk membela diri dan bertarung.

Sulawesi sendiri, menurut para ahli biologi, adalah salah satu tempat yang diyakini menyembunyikan keragaman hayati paling banyak di dunia. (Live Science)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Karya Seni Pertama di Dunia Lahir di Sulawesi, Bukan di Eropa

Karya Seni Pertama di Dunia Lahir di Sulawesi, Bukan di Eropa

Tekno | Kamis, 09 Oktober 2014 | 05:51 WIB

Ilmuwan Dunia Luncurkan Daftar 10 Spesies Baru 2013

Ilmuwan Dunia Luncurkan Daftar 10 Spesies Baru 2013

Tekno | Kamis, 22 Mei 2014 | 15:07 WIB

Terkini

Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi Festival Film Venesia ke-83

Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi Festival Film Venesia ke-83

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:31 WIB

Review Film The Dink: Transisi Karir Atlet Muda hingga Menjadi Pelatih

Review Film The Dink: Transisi Karir Atlet Muda hingga Menjadi Pelatih

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:30 WIB

Kenapa Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI?

Kenapa Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:28 WIB

2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang

2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:27 WIB

Review See You at Work Tomorrow: Cinta yang Diuji oleh Rahasia Masa Lalu

Review See You at Work Tomorrow: Cinta yang Diuji oleh Rahasia Masa Lalu

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:25 WIB

Biar Sadar! Bahaya Tramadol Bakal Masuk Materi Khotbah Jumat di Jakarta Pusat

Biar Sadar! Bahaya Tramadol Bakal Masuk Materi Khotbah Jumat di Jakarta Pusat

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:20 WIB

Zulhas Pastikan Koperasi Merah Putih Tak Akan Matikan Warung dan UMKM

Zulhas Pastikan Koperasi Merah Putih Tak Akan Matikan Warung dan UMKM

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:19 WIB

Link Resmi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional untuk Cek Bansos Kemensos 2026, Begini Caranya

Link Resmi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional untuk Cek Bansos Kemensos 2026, Begini Caranya

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:19 WIB

Hasto Kritik Pembentukan URI, Jangan Tumpang Tindih dengan Lemhannas

Hasto Kritik Pembentukan URI, Jangan Tumpang Tindih dengan Lemhannas

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:16 WIB

7 HP 5G Rp3 Jutaan Terbaik, Spek Premium untuk Multitasking dan Hiburan

7 HP 5G Rp3 Jutaan Terbaik, Spek Premium untuk Multitasking dan Hiburan

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:15 WIB

×