Studi: Hewan Liar Bisa Prediksi Gempa Dua Pekan Sebelumnya

Liberty Jemadu

Kamis, 26 Maret 2015 | 05:36 WIB
Studi: Hewan Liar Bisa Prediksi Gempa Dua Pekan Sebelumnya
Ilustrasi gempa bumi (Shutterstock).

Suara.com - Binatang-binatang liar bisa memprediksi gempa bumi beberapa pekan sebelum bencana itu terjadi dan dengan kamera yang bisa melacak pergerakan mereka, manusia bisa menciptakan sistem pendeteksi dini bencana yang lebih murah, demikian kata para ilmuwan, Selasa (24/3/2015).

Kesimpulan itu, yang dimuat dalam jurnal Physics and Chemistry of the Earth, didasarkan pada penelitian yang digelar di hutan Amazon di Peru. Para ilmuwan memasang sejumlah kamera untuk mengamati perilaku binatang liar selama periode tiga pekan sebelum gempa berkekuatan 7 skala Richter mengguncang Peru pada 2011 silam.

Berdasarkan pengamatan para peneliti, 23 hari sebelum gempa berlangsung mereka hanya merekam paling banyak lima binatang per hari. Sementara di hari-hari sebelumnya mereka lazimnya melihat 15 binatang setiap harinya.

Tujuh sampai lima hari sebelum bencana itu terjadi tak ada binatang yang terekam oleh kamera. Fenomena itu dinilai tidak biasa, terutama di area hutan hujan tropis seperti Amazon.

Sebelumnya para ilmuwan yakin bahwa binatang bisa memprediksi gempa bumi, tetapi tidak ada bukti ilmiah yang mendukung asumsi itu.

Rachel Grant, pakar biologi yang memimpin penelitian itu, mengatakan bahwa studi mereka adalah yang pertama yang menunjukkan menurunnya aktivitas binatang sebelum sebuah gempa bumi terjadi.

"Binatang punya potensi untuk menjadi alat prediksi gempa bumi dan bisa bersandingan dengan alat pendeteksi bencana lainnya," kata Grant.

"Sistem ini bisa digunakan di negara rawan gempa. Biayanya murah dan mudah diterapkan, karena membutuhkan tenaga untuk memantau perilaku binatang. Satelit tak diperlukan lagi," imbuh dia.

Selain memantau perilaku binatang, para peneliti dalam riset itu juga menganalisis perubahan atmosfer Bumi dua pekan sebelum gempa terjadi. Perubahan atmosfer biasanya terjadi ketika permukaan Bumi mengalami tegangan menjelang gempa.

Perubahan ini lazimnya bisa meningkatkan level hormon sorotonin dalam aliran darah. Hal ini punya efek samping pada baik manusia dan binatang, seperti memantik kegelisahan, hiperaktivitas, dan agitasi.

Dari pengamatan itu Grant dkk melihat adanya fluktuasi di atmosfer di sekitar pusat gempa, terutama delapan hari sebelum gempa Peru. Perubahan pada atmosfer itu bertepatan dengan adanya perubahan perilaku binatang di Amazon.

Perubahan atmosfer memengaruhi semua spesies binatang di hutan Amazon, tetapi adalah binatang pengerat seperti tikus yang pertama kali menghilang dari kamera para ilmuwan. Binatang-binatang pengerat itu sudah raib delapan hari sebelum gempa. Binatang pengerat memang yang paling sensitif terhadap aktivitas seismik Bumi. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gempat 5,1 SR Guncang Selat Sunda

Gempat 5,1 SR Guncang Selat Sunda

News | Selasa, 03 Februari 2015 | 07:42 WIB

BNPB Masih Mendata Dampak Gempa Manado

BNPB Masih Mendata Dampak Gempa Manado

News | Minggu, 16 November 2014 | 12:21 WIB

Terkini

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

×