Studi: Manusia Sudah Babat Separuh Pohon di Bumi

Liberty Jemadu

Jum'at, 04 September 2015 | 08:44 WIB
Studi: Manusia Sudah Babat Separuh Pohon di Bumi
Pembabatan hutan di Brasil (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah sensus global terbaru atas pepohonan di muka Bumi menunjukkan bahwa ada lebih dari tiga triliun pohon yang masih tegak berdiri di planet tercinta ini. Sayangnya jumlah ini hanya separuh dari jumlah pohon yang hidup saat peradaban manusia dimulai.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada Rabu (2/9/2015) ini disebut sebagai pendataan pohon terlengkap sampai saat ini. Dalam studi ini para peneliti menggunakan data dari citra satelit, data inventaris kehutanan dunia, dan teknologi superkomputer .

Hasilnya ditemukan ada sekitar 3,4 triliun pohon yang masih tumbuh di muka Bumi. Itu artinya masih ada sekitar 422 pohon untuk setiap manusia di planet ini. Jumlah ini 7,5 kali lebih banyak dari yang dihitung oleh beberapa penelitian sebelumnya.

Para peneliti, menggunakan peta proyeksi dan sejarah kehutanan dari United Nations Environment Programme, badan kehutanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, kemudian menghitung jumlah pohon yang dibabat sepanjang sejarah. Hasilnya ditemukan bahwa 46 persen pohon di dunia sudah dibabat habis sejak awal peradaban manusia.

"Pohon adalah salah satu organisme di Bumi yang sangat terancam," kata pemimpin studi, Thomas Crowther dari Sekolah Kehutanan dan Lingkunga Hidup Universitas Yale, Amerika Serikat.

Sensus pepohonan sangat penting bagi para ilmuwan untuk memahami distribusi flora dan fauna di Bumi, dampak pemanasan global, dan bagaimana pepohonan membentuk lingkungan mereka.

Selain itu sensus tersebut juga akan membantu para ilmuwan mempelajari siklus karbon global, karena pohon adalah salah satu aktor penting yang menyerap dan menyimpan karbon dioksida dari atmosfer dalam proses fotosintesis.
 
Dalam studi itu ditemukan bahwa kawasan subartik Rusia, Skandinavia, dan Amerika Utara adalah daerah dengan tingkat kepadatan pohon tertinggi di dunia. Kawasan pepohonan terluas tetap terdapa di daerah tropis. Di kawasan tropis hidup 43 persen dari total pohon di Bumi.

Aktivitas manusia adalah penyebab utama hilangnya pohon dari muka Bumi. Deforestasi, perubahan fungsi lahan, dan praktik manajemen hutan adalah penyebab utama habisnya separuh pohon di dunia. Sekitar 15 miliar pohon hilang dari Bumi setiap tahunnya. (Live Science).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

  Meningkat Tajam, Keberadaan Titik Panas di Riau

Meningkat Tajam, Keberadaan Titik Panas di Riau

News | Sabtu, 29 Agustus 2015 | 18:16 WIB

Terkini

Viral Video Houthi Bangun Replika Ka'bah di Yaman: Warga Disuruh Tawaf hingga Salat

Viral Video Houthi Bangun Replika Ka'bah di Yaman: Warga Disuruh Tawaf hingga Salat

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:28 WIB

5 Cara Memilih Bedak Tabur yang Tahan Lama untuk Penggunaan Sehari-hari

5 Cara Memilih Bedak Tabur yang Tahan Lama untuk Penggunaan Sehari-hari

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 07:25 WIB

Pecahkan Rekor! The Early Spring Jadi Drama China Tersukses di Netflix

Pecahkan Rekor! The Early Spring Jadi Drama China Tersukses di Netflix

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 07:25 WIB

Kapal Kargo Panama Tabrak Kapal Nelayan China di Selat Singapura

Kapal Kargo Panama Tabrak Kapal Nelayan China di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:19 WIB

Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun

Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:14 WIB

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 07:10 WIB

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

News | Selasa, 22 September 2026 | 06:56 WIB

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 06:44 WIB

×