Dengki yang Mendorong Orang Unggah Foto Terbaik di Facebook

Liberty Jemadu Suara.Com
Sabtu, 28 November 2015 | 08:19 WIB
Dengki yang Mendorong Orang Unggah Foto Terbaik di Facebook
Ilustrasi akun Facebook (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah studi yang digelar oleh Sekolah Bisnis Sauder, Universitas British Columbia, Kanada berhasil menemukan kunci yang mendorong orang-orang untuk mengunggah foto dan berbagi cerita kehidupan mereka di Facebook.

Professor Izak Benbasat dari Sekolah Bisnis Sauder, dalam risetnya yang diterbitkan dalam jurnal Information System Research edisi teranyar, mengatakan bahwa Facebook sudah lama diketahui menyebabkan pengguna merasa depresi, tidak nyaman, dan berperilaku narsistik.

 "Tetapi alasan orang tetap berada di dalam media sosial itu, tak pernah diketahui," kata Benbasat, seorang pakar studi sistem informasi.

Ia menjelaskan bahwa Facebook membuat penggunanya merasa tidak pernah puas akan kehidupannya karena sering membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain di dalam media sosial itu. Akibatnya, mereka bereaksi dengan menciptakan postingan atau mengunggah foto yang menunjukkan sisi terbaik dari hidupnya di Facebook.

"Kami menemukan, bahwa dengki atau iri, adalah kunci dalam hal ini," tegas dia.

Menurut Benbasat, foto-foto liburan adalah pemicu rasa iri paling besar dalam Facebook, memaksa orang-orang di dalam media sosial itu untuk menghasilkan foto-foto paling sempurna untuk dipamerkan di dunia maya.

Ia menjelaskan bahwa mengunggah potret kehidupan yang tak realistis macam itu, tidak ditujukan untuk membuat orang lain cemburu, tetapi lebih kepada tuntutan untuk bersaing dan menonjol di dunia maya - atau dengan istilah zaman sekarang, "biar tetap eksis".

Dalam studi itu Benbasat dan rekan-rekannya menggelar survei yang melibatkan 1.193 pengguna Facebook di sebuah universitas di Jerman. Para mahasiswa yang disurvei ditanyai tentang kebiasaan mereka menggunakan Facebook dan tentang perasaan mereka ketika menggunakan media sosial itu.

Berdasarkan analisis dari data-data itu, jelas Benbasat, ditemukan bahwa fungsi-fungsi media sosial justru mendorong perilaku yang didasarkan pada rasa dengki.

"Berbagi foto dan cerita yang mewarnai hidup Anda, itu adalah fungsi utama Facebook," kata dia.

"Tetapi menurut saya, penting bagi orang lain untuk mengetahui bahwa Facebook punya efek negatif terhadap hidupnya. Orang tua dan guru perlu menginformasikan kepada generasi muda, bahwa mereka lebih rentan terhadap sisi gelap media sosial," tutup Benbasat. (Phys.org)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI