Salju Absen di Natalan Eropa Tahun Ini, Kok Bisa?

Liberty Jemadu

Selasa, 22 Desember 2015 | 18:45 WIB
Salju Absen di Natalan Eropa Tahun Ini, Kok Bisa?
Jejak-jejak salju buatan yang disembur oleh mesin pembuat salju terlihat di Oberaudorf, Jerman pada Senin (21/12) [Reuters/Michael Dalder).

Suara.com - Natal di Eropa identik dengan putih salju. Pegunungan dan padang biasanya diselimuti salju, tempat orang-orang bermain ski dan anak-anak saling melempar bola salju. Tetapi Natal kali ini, warga Benua Biru tampaknya tak akan menikmati tradisi itu.

Memasuki pekan Natal, bunga-bunga malah mekar. Burung-burung liar berkeliaran bebas. Lereng pegunungan Alpen, tempat favorit untuk berski, juga tak seputih dulu, karena kini hanya diselimuti tipis salju semu. Ini adalah Desember paling hangat dalam sejarah Eropa.

Pada Minggu (20/12/2015) di Helsinki, Finlandia, yang biasanya menjadi tempat terdingin di Bumi pada Desember, suhu rata-rata di angka 10,3 derajat Celcius. Biasanya, suhu di sana berada di bawah nol Celcius.

Di Swedia dan Estonia suhu berada di angka belasan derajat Celcius. Di London, pada hari yang sama, suhu berada di angka 16,9 derajat Celcius. Bahkan Moskwa, Rusia, pun terasa hangat.

"Suhu pada Senin (21/12/2015) mencapai 12 derajat Celcius di atas normal (sekitar 5 derajat Celcius)," kata Nikolai Terechonok, pemantau cuaca setempat.

Tak satu pun dari 1.200 gelanggang ski es alami di kota itu buka. Sementara gelanggang ski buatan di Lapangan Merah tutup pada Senin, karena alasan teknis.

"Kini gelanggang itu berubah menjadi kolam yang indah," kata seorang pekerja di gelanggang itu.

Sementara itu di Pegunungan Alpen yang masuk dalam wilayah Italia, para penggemar ski harus bersyukur pada teknologi salju buatan. Bunga-bunga sakura terlihat mekar di Dresden, Jerman. Sementara bunga-bunga bakung mengembang di Inggris.

Pekan lalu, lapangan golf Royal Dornoch di Skotlandia, lewat akun Twitter-nya, mengumumkan, "Para tukang rumput kembali untuk memotong rumput pada pertengahan Desember!"

Menghadapi perubahan drastis ini, banyak yang terheran-heran, dan menduga: apakah pemanasan global di balik semua ini?

Tentu saja para ilmuwan harus meneliti untuk mendapatkan jawaban pastinya. Meski demikian, baru-baru ini, badan kelautan dan atmosfer Amerika Serikat (NOOA) mengumumkan bahwa November kemarin adalah November terpanas sejak 1880.

"Pada titik ini, kami yakin bahwa 2015 akan menjadi tahun terpanas dalam sejarah," kata Jake Crouch, pakar iklim dari NOOA. (Phys.org)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Makanan Ini Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim

5 Makanan Ini Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim

Lifestyle | Rabu, 09 Desember 2015 | 14:46 WIB

FAO: Perubahan Iklim Ancam Produksi Pangan Dunia

FAO: Perubahan Iklim Ancam Produksi Pangan Dunia

News | Sabtu, 28 November 2015 | 11:21 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×