Eropa Kirim Pesawat Antariksa untuk Cari Alien di Mars

Liberty Jemadu

Jum'at, 11 Maret 2016 | 20:22 WIB
Eropa Kirim Pesawat Antariksa untuk Cari Alien di Mars
Ilustrasi permukaan Mars (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah pesawat antariksa akan diluncurkan ke Mars pada pekan depan untuk menemukan jawaban dari salah satu pertanyaan yang paling memusingkan para ilmuwan di Bumi: adakah kehidupan di planet lain?

Wahana antariksa yang dibangun oleh badan luar angkasa Eropa (ESA) dan Rusia itu akan meluncur dari pangkalan antariksa Baikonur, Kazakhstan pada Senin (14/3/2016). Wahana yang merupakan bagian dari proyek ExoMars itu akan diangkut oleh roket Proton dan menempuh perjalanan selama tujuh bulan.

Proton akan mengangkut sebuah wahana yang bertugas untuk melacak dan meneliti jejak-jejak gas, terutama metana, di atmosfer Mars. Selain itu ada juga sebuah lander, wahana pendarat yang akan diuji coba di Mars sebelum ESA mengirim sebuah robot penjelajah permukaan planet merah itu pada 2018.

Sebelumnya badan antariksa Amerika Serikat (NASA) telah berhasil mendaratkan kendaraan penjelajah robotik bernama Curiosity pada 2014 silam. Dalam misinya Curiosity telah menemukan semburan metana di atsmofer Mars, gas yang di Bumi berkaitan erat dengan kehidupan.

Para ilmuwan yakin bahwa gas metana itu berasal dari mahluk mikro-organisme yang dinamai metanogen. Mereka punya dua dugaan, pertama bahwa metanogen-metanogen itu sudah punah jutaan tahun silam dan meninggalkan metana beku di bawah permukaan Mars. Kemungkinan kedua, mahluk-mahluk itu masih hidup.

"Membuktikan bahwa kehidupan ada atau pernah ada di Mars akan menunjukkan bahwa Bumi tidak unik," kata Rolf de Groot, kepala Kantor Kordinasi Eksplorasi Robotik ESA, "Akan juga membuka peluang lebih besar adanya kehidupan di tempat lain di alam semesta."

Meski demikian, jejak metana di Mars sebenarnya bisa berasal dari sumber lain selain mahluk hidup. Fenomena geologi seperti oksidasi besi juga bisa menghasilkan metana.

Pada 2018 nanti program ExoMars akan mengirim sebuah kendaraan penjelajah ke permukaan Mars. Berbeda dengan Curiosity, robot Eropa itu selain bisa menjelajah juga akan bisa mengebor permukaan Mars untuk mengambil contoh batuan untuk diteliti.

"Radiasi antariksa telah menghancurkan semua material biologis. Tetapi jika menggali sedalam dua meter, Anda mungkin bisa menemukan area yang terlindungi dari radiasi," jelas de Groot. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Profesor Harvard Ungkap Alasan Kenapa Kita Belum Berjumpa Alien

Profesor Harvard Ungkap Alasan Kenapa Kita Belum Berjumpa Alien

Tekno | Rabu, 03 Februari 2016 | 11:00 WIB

NASA Temukan Penyebab Hilangnya Kehidupan di Mars

NASA Temukan Penyebab Hilangnya Kehidupan di Mars

Tekno | Jum'at, 06 November 2015 | 15:23 WIB

Terkini

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:38 WIB

BNCT Siapkan SMP Baru untuk Anak-anak Belawan, Target Beroperasi 2028

BNCT Siapkan SMP Baru untuk Anak-anak Belawan, Target Beroperasi 2028

Sumut | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:32 WIB

×