Profesor Harvard Ungkap Alasan Kenapa Kita Belum Berjumpa Alien

Ruben Setiawan Suara.Com
Rabu, 03 Februari 2016 | 11:00 WIB
Profesor Harvard Ungkap Alasan Kenapa Kita Belum Berjumpa Alien
Ilustrasi alien (Shutterstock).

Suara.com - Jika alien maha pintar memang benar-benar ada di suatu tempat di luar angkasa sana, besar kemungkinan peradaban mereka masih amat muda. Teori ini diungkap oleh seorang astronom Universitas Harvard, Dimitar Sasselov, yang menjelaskan pendapatnya dengan sesuatu yang dinamakan "Fermi Paradox (Paradoks Fermi)".

Paradoks ini mengacu kepada fakta bahwa ada miliaran galaksi di alam semesta. Masing-masing galaksi memiliki triliunan bintang, dan mungkin triliunan planet yang bisa ditinggali.

 Namun, kendati alam semesta banyak memiliki planet yang mungkin bisa didiami, manusia belum berhasil menemukan alien. Menurut Sasselov, itu bukan karena mereka tidak ada, melainkan karena mereka, para alien itu, belum berevolusi.

Sekitar 200 miliar galaksi di alam semesta yang bisa terpantau saat ini tentu mengalami perkembangan. Pasalnya, apa yang manusia lihat saat ini adalah apa yang terjadi miliaran tahun silam di galaksi-galaksi tersebut.

Sasselov juga mengatakan, bisa jadi, peradaban manusia di Bumi juga masih tergolong sebagai peradaban yang masih muda. Dalam bukunya yang berjudul "The Life of Super-Earths", profesor Harvard tersebut mengatakan, galaksi-galaksi tersebut baru memiliki lingkungan yang cukup stabil untuk menjadi tempat planet sekitar sembilan miliar tahun yang lalu.

 Ia mengkalkulasi bahwa planet-planet mirip Bumi dan bumi-bumi yang berukuran lebih besar lainnya baru terbentuk sekitar 7 hingga 8 miliar tahun silam. Kemudian, unsur-unsur kimia kompleks yang diperlukan untuk mendukung terbentuknya organisme hidup baru muncul sekitar 7 hingga 9 miliar tahun lalu.

Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) sepakat dengan teori Sasselov. NASA mengklaim kita baru akan menemukan alien dalam waktu 10 hingga 20 tahun ke depan.

Namun, alien yang dimaksud bukanlah mahluk asing berwarna hijau yang sering kita saksikan di film-film fiksi ilmiah, melainkan dalam bentuk mikroba.

"Saya yakin bahwa kita akan mendapatkan indikasi kuat tentang kehidupan di luar Bumi dalam waktu satu dekade ke depan dan bukti pasti dalam waktu 10 hingga 20 tahun lagi," kata kepala ilmuwan NASA, Ellen Stofan dalam sebuah pidato di Washington tahun lalu.

"Kita tidak berbicara soal mahluk-mahluk kecil berwarna hijau. Kita berbicara soal mikroba kecil," kata Stofan.

 Jeffery Newmark, direktur interim heliofisika di NASA mengatakan,"ini bukan masalah kalau, tapi soal kapan (kita menemukan alien)". (Dailymail)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Untuk Pertama Kalinya Obama Masuk Masjid di AS

Beradegan Seks di Filmnya, Ini yang Dirasakan Tara Basro

Lucu, Bule Debat Sengit dengan Supir Taksi Uber Gara-gara Joki

Takut Dibunuh, Alasan Reza Simpan Aib Indra Bekti Selama 6 Tahun

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI