Gara-gara Nama Karakter, Nintendo Bikin Ngamuk Pemain Hongkong

Dythia Novianty

Selasa, 31 Mei 2016 | 07:28 WIB
Gara-gara Nama Karakter, Nintendo Bikin Ngamuk Pemain Hongkong
Ilustrasi Nintendo dengan karakter dari game andalannya, Super Mario (Shutterstock).

Suara.com - Nintendo telah dinilai "menghina" para penggemar game Hongkong. Pasalnya, raksasa video gam itu telah mengabaikan permohonan para gamers Hongkong untuk mempertahankan nama-nama Cina dalam karakter komik Pokemon, agar lebih familiar.

Petisi disampaikan di kantor Konsulat Jenderal Jepang, bersama sekitar 20 orang yang dipimpin oleh kelompok politik radikal Civic Passion dan penggemar kartun, yang menampilkan makhluk bertenaga super. Mereka menuntut agar pemerintah Jepang dan pers lebih menghormati budaya lokal dengan berbagai perusahaan Jepang.

"Nama-nama Cina beresonansi dengan pengucapan Kanton telah digunakan selama 20 tahun dan sepenuhnya tercermin budaya Hongkong. Nintendo kini telah menjadi kaki tangan untuk agenda politik dalam mempromosikan Putonghua, memberantas Kanton," tutur Leung dari kelopok tersebut, seperti dilansir dari Japan Today, Selasa (31/5/2016).

Putonghua, atau dikenal sebagai Mandarin, adalah bahasa resmi Cina.

Sebelumnya pada bulan Mei, Nintendo (Hongkong) Co mengumumkan daftar terpadu dari nama Cina pada sekitar 150 karakter Pokemon, sementara menghapus beberapa nama yang diakui secara lokal, termasuk dari tokoh utama Pikachu, karakter seperti tikus berwarna kuning dengan kemampuan mengalirkan listrik.

Sebuah klub penggemar telah mendorong Nintendo menggunakan kembali nama-nama akrab karakter lokal dan meluncurkan kampanye tanda tangan yang dikumpulkan ribuan tanda tangan untuk mendukung.

Perusahaan asal Jepang itu telah mengirim surat ke klub penggemar, mengungkapkan penyesalan telah menyebabkan kekhawatiran di antara video gamer tetapi mengatakan tidak ada melakukan perubahan apapun.

"Bei Ka Chiu (nama Pikachu digunakan di Hongkong) adalah memori kolektif Hongkong dan saya ingin mempertahankan budaya kita yang signifikan lokal, yang diabaikan oleh Nintendo," ujar penggemar Kenny Chu (18) dan menuduh Nintendo berpihak dengan Cina daratan dan melupakan Hongkong.

"Perusahaan bisa mengatakan itu adalah keputusan bisnis, tapi membawanya ke Konjen Saya harap kita bisa mengangkat masalah ini ke tingkat budaya atau politik dan menarik perhatian dari kantor pusat (Nintendo) dan bahkan video gamer Jepang," katanya.

Sementara itu, kantor perusahaan Hongkong menolak berkomentar lebih lanjut, sambil mengatakan, kompetisi Pokemon video game yang dijadwalkan bulan depan akan terus berlangsung.

Kelangsungan hidup dialek Kanton digunakan di Hongkong dan di Provinsi Guangdong Cina selatan, telah terancam seiring dengan meningkatnya stres di Beijing dalam beberapa tahun terakhir karena menggunakan Mandarin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gamers, Ucapkan Selamat Tinggal Pada Wii U

Gamers, Ucapkan Selamat Tinggal Pada Wii U

Tekno | Rabu, 23 Maret 2016 | 15:03 WIB

Video Game Rasis di Australia Ditarik dari Peredaran

Video Game Rasis di Australia Ditarik dari Peredaran

Tekno | Sabtu, 16 Januari 2016 | 14:48 WIB

Aplikasi Pokemon GO Akan Tersedia Gratis pada 2016

Aplikasi Pokemon GO Akan Tersedia Gratis pada 2016

Tekno | Kamis, 10 September 2015 | 20:28 WIB

CEO Nintendo Meninggal Dunia Karena Kanker

CEO Nintendo Meninggal Dunia Karena Kanker

Tekno | Selasa, 14 Juli 2015 | 12:27 WIB

Video Game Ini Melatih Empati pada Anak

Video Game Ini Melatih Empati pada Anak

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2015 | 13:47 WIB

Terkini

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan

Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×