Mahasiswi Surabaya Ini Ngetop Gara-gara Ciptakan Sereal Ubi Ungu

Suwarjono

Kamis, 21 Juli 2016 | 19:18 WIB
Mahasiswi Surabaya Ini Ngetop Gara-gara Ciptakan Sereal Ubi Ungu
Maria Eleonora Angelina (instagram/eleonora_)

Suara.com - Mahasiswi Universitas Katholik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Maria Eleonora Angelina menciptakan sereal instan dari bahan tanaman pangan lokal yakni ubi jalar ungu dan beras hitam yang memiliki khasiat anti-oksidan cukup tinggi.

"Komposisinya antara 80 persen ubi jalar ungu atau Ipomoea batatas L dan 20 persen beras hitam atau Oryza Sativa L yang diolah jadi tepung dengan alat penepungan," kata mahasiswi Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UKWMS itu di kampus setempat, Kamis (21/7/2016).

Selanjutnya, tepung ubi jalar ungu dan beras hitam itu dicampur dengan gula dan garam serta air secukupnya hingga agak kental. "Bahan-bahan itu dipanaskan dalam suhu 90 derajat Celcius selama satu menit sambil diaduk menjadi adonan," katanya.

Adonan itu akhirnya dicetak tipis dengan alat pres flakes hingga menjadi lempengan kering berbentuk bulat, lalu dihancurkan berkeping-keping hingga berukuran kecil dengan diameter 0,5 centimeter.

"Terakhir, kepingan itu dipanaskan dalam oven dengan suhu 105 Celcius selama 10 menit agar benar-benar kering, maka sereal bernama 'Nutrifast' itu bisa dinikmati dalam cairan susu. Dari pengalaman, satu kilogram ubi jalar ungu bisa menjadi 20 cup sereal Nutrifast seharga Rp7.000 per-cup," katanya.

Menurut mahasiswi semester tujuh itu, kesulitan dalam membuat Nutrifast adalah keterbatasan jumlah beras hitam, karena masih sangat sedikit yang membudidayakan dan saat ini masih mudah didapatkan dari Bogor.

"Budidaya pangan lokal itu sangat penting. Saya ingin membuat pabrik sehingga produk ini dapat beredar di seluruh Indonesia dan membantu memperbaiki konsumsi gizi masyarakat. Petani beras hitam dan ubi jalar juga akan diuntungkan secara ekonomi," katanya.

Gadis kelahiran Surabaya pada 12 Desember 1994 itu mengatakan sereal instan dari beras hitam varietas Jawa dan ubi jalar ungu itu kaya serat sehingga dapat memperlancar saluran pencernaan dan juga kaya antosianin sehingga mencegah kanker, penuaan dini, kolestrol dan penyakit-penyakit lainnya.

Selain antosianin yang merupakan antioksidan, beras hitam juga mengandung kadar gula yang lebih sedikit, lebih banyak serat dan vitamin E. "Dengan berbentuk sereal akan membuka kesempatan untuk dinikmati oleh masyarakat luar negeri," katanya.

Maria yang merupakan Mawapres Juara II tingkat Kopertis VII Jawa Timur tahun 2016 itu menambahkan sarapan dengan "Nutrifast" yang kaya gizi dengan cita rasa lokal itu juga aman dimakan oleh mereka yang menderita gluten intolerance.

"Ide sereal itu terinspirasi dari gaya hidup masyarakat modern yang serba instan yang mungkin tidak sempat makan untuk sarapan pagi, maka menikmati Nutrifast itu sudah cukup, karena kaya gizi," katanya didampingi dosen pengampu mata kuliah Teknik Pengolahan Pangan FTP UKWMS, Thomas Indarto. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sarapan Oatmeal Instan Lebih Mengenyangkan Daripada Sereal

Sarapan Oatmeal Instan Lebih Mengenyangkan Daripada Sereal

Lifestyle | Rabu, 25 Juni 2014 | 07:00 WIB

Terkini

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Bri | Sabtu, 12 September 2026 | 00:00 WIB

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:55 WIB

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:45 WIB

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:38 WIB

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

News | Jum'at, 11 September 2026 | 22:36 WIB

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 22:17 WIB

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 22:02 WIB

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

Sumsel | Jum'at, 11 September 2026 | 21:50 WIB

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:33 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:20 WIB

×