Larang Pokemon Go, Alasan Wali Kota di Prancis Ini Lucu

Tomi Tresnady, Insan Akbar Krisnamusi

Kamis, 18 Agustus 2016 | 12:34 WIB
Larang Pokemon Go, Alasan Wali Kota di Prancis Ini Lucu
Ilustrasi seorang pengemudi mobil sedang bermain Pokemon GO (Shutterstock).
Seorang wali kota di Prancis mengirimkan surat permintaan kepada Niantic untuk menghilangkan seluruh monster Pokemon di kotanya. Alasannya tergolong lucu, Niantic tidak meminta izin resmi pemerintah kota untuk membangun Pokestop dan menaruh monster-monster Pokemon di sana.
 
Yang mengirimkan surat itu adalah Fabrice Beauvois, Wali Kota Bressolles, sebuah kota kecil di timur laut Lyon. Beauvois menyamakan Pokestop yang hanya ada di dunia virtual dengan kafe atau toko pada umumnya.
 
"Di kota mana pun di Prancis, saat pemilik sebuah kafe atau restoran ingin mendirikan bisnis, mereka berkewajiban mendapatkan izin resmi dari otoritas setempat. Regulasi ini berlaku bagi semua pihak yang ingin mengadakan aktivitas atau menggunakan ruang publik untuk kepentingan bisnis mereka. Jadi, hal ini juga berlaku bagi Niantic walaupun mereka berbisnis secara virtual," papar Beauvois kepada Associated Press seperti dilansir suara.com.
 
Di samping itu, ia mengatakan bahwa Pokemon Go berpotensi mencelakakan pejalan kaki, pengendara motor atau mobil, juga 800 penduduk di kotanya. Ia menilai Pokemon Go membuat para pemainnya menjadi tak awas terhadap sekitar.
 
Tak hanya itu, Beauvois pun khawatir permainan tersebut akan mewabah di generasi muda di kotanya dan menimbulkan efek negatif. "Niantic menggunakan seluruh lahan di planet ini sebagai taman bermain mereka," tegasnya.
 
Permintaan untuk menghapus keberadaan monster Pokemon atau Pokestop dalam Pokemon Go sebenarnya tak hanya terjadi di Bressolles. Niantic telah mengabulkan permintaan serupa yang datang dari Holocaust Memorial Museum di Amerika Serikat, Hiroshima Peace Memorial Park di Jepang, dan Museum Genosida di Kamboja.
 
Selain itu, karena alasan keamanan nasional, Iran telah sepenuhnya melarang Pokemon Go. Pun dengan Israel yang memblokirnya di sekitar basis militer. Adapun pemerintah Indonesia telah melarang permainan ini di sekitar Istana Negara.
 
Niantic telah menyatakan bahwa mereka akan melihat serta mempelajari semua permintaan untuk menghapus permainan Pokemon Go di berbagai area.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wajah Karakter Pokemon Go Versi Cina Menakutkan

Wajah Karakter Pokemon Go Versi Cina Menakutkan

Tekno | Rabu, 17 Agustus 2016 | 18:46 WIB

Polda Metro Protes Keras, Banyak Pokemon di Dalam Markas

Polda Metro Protes Keras, Banyak Pokemon di Dalam Markas

News | Kamis, 11 Agustus 2016 | 13:15 WIB

Menkominfo Punya Ide Sediakan Tempat untuk Mencari Pokemon

Menkominfo Punya Ide Sediakan Tempat untuk Mencari Pokemon

News | Rabu, 10 Agustus 2016 | 23:08 WIB

Menkominfo akan Ketemu Google untuk Bahas Aturan Main Pokemon GO

Menkominfo akan Ketemu Google untuk Bahas Aturan Main Pokemon GO

News | Rabu, 10 Agustus 2016 | 12:05 WIB

Lagi, Pokemon Go Minta 'Tumbal'

Lagi, Pokemon Go Minta 'Tumbal'

News | Senin, 08 Agustus 2016 | 15:46 WIB

Terkini

Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026

Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Wajib Kunjungi! Spot Halloween Paling Hits di Jakarta dari Nuansa Pantai hingga Sirkus Mewah

Wajib Kunjungi! Spot Halloween Paling Hits di Jakarta dari Nuansa Pantai hingga Sirkus Mewah

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Ikut di Aksi 28 Oktober, Rekam Jejak Wanda Hamidah Jadi Aktivis Usai Berhenti Jadi Politisi

Ikut di Aksi 28 Oktober, Rekam Jejak Wanda Hamidah Jadi Aktivis Usai Berhenti Jadi Politisi

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:08 WIB

3 Bedak Purbasari untuk Usia 40 Tahun, Intip Pilihannya

3 Bedak Purbasari untuk Usia 40 Tahun, Intip Pilihannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Suara Demokrasi Menggema Tanpa Merusak Fasilitas, Pramono Bersyukur Bundaran HI Tetap Aman

Suara Demokrasi Menggema Tanpa Merusak Fasilitas, Pramono Bersyukur Bundaran HI Tetap Aman

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu

Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung

Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:56 WIB

4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi

4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Cerita Penumpang Detik-detik Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol hingga Tewaskan 68 Orang

Cerita Penumpang Detik-detik Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol hingga Tewaskan 68 Orang

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:48 WIB

×