Matahari Akan Hancurkan Bumi Lebih Cepat Dari yang Diduga

Dythia Novianty

Senin, 19 September 2016 | 19:45 WIB
Matahari Akan Hancurkan Bumi Lebih Cepat Dari yang Diduga
Ilustrasi terik sinar matahari. (Shutterstock)

Suara.com - Ada banyak cara hancurnya bumi. Salah satunya dihancurkan oleh planet lain, ditelan oleh lubang hitam, atau terkena 'serangan' asteroid.

Baru-baru ini, tim video Business Insider menggambarkan ketika mereka melihat apa yang akan terjadi dengan Bumi saat matahari akhirnya menghancurkannya. Jillian Scudder, astrofisikawan di University Sussex menjelaskan kepada Business Insider dalam email, hari tersebut kemungkinan akan datang lebih cepat dari yang kita pikirkan.

Matahari bertahan dengan membakar atom hidrogen menjadi atom helium di intinya. Bahkan, ia membakar melalui 600 juta ton hidrogen setiap detik.

Inti matahari menjadi jenuh dengan helium ini, menyusut, menyebabkan reaksi fusi nuklir yang mencepat proses. Artinya, matahari mengeluarkan lebih banyak energi. Bahkan, untuk setiap miliar tahun matahari dihabiskan membakar hidrogen, mendapat sekitar 10% lebih panas. Meskipun 10% mungkin tidak tampak banyak, tapi bisa menjadi bencana besar bagi planet kita.

"Inti umum meningkat panasnya dari matahari akan menyebabkan lebih banyak air menguap dari permukaan. Kondisi ini menyebabkan penghapusan atmosfer sebagai gantinya. Air kemudian bertindak sebagai gas rumah kaca yang tidak mampu menangkap panas masuk, yang mempercepat penguapan," ujar Scudder.

Sebelum itu, akibat dari kehabisan hidrogen, cahaya energi matahari semakin tinggi akan membombardir atmosfer kita dan memecahkan molekul air, hidrogen dan oksigen yang akhirnya menghilang dan membuat bumi semakin kering.

Tidak hanya itu, peningkatan panas 10% setiap miliar tahun berarti bahwa 3,5 miliar tahun dari sekarang, matahari akan bersinar hampir 40% lebih terang. Kondisi ini akan mendidihkan lautan di bumi, mencairkan kutub es dan meningkatkan kelembaban dari atmosfer.

Suatu hari, sekitar empat atau lima miliar tahun dari sekarang, matahari akan membakar melalui napas terakhir hidrogennya dan mulai membakar helium sebagai gantinya.

"Setelah hidrogen telah berhenti menyala di inti matahari, bintang tersebut telah resmi meninggalkan deret utama dan dapat dianggap sebagai raksasa merah," kata Scudder.

"Ini akan menghabiskan sekitar satu miliar tahun berkembang dan membakar helium di intinya, dengan shell di sekitarnya di mana hidrogen masih mampu berfusi menjadi helium," terangnya.

Saat lapisan luar matahari massanya berkurang, gravitasi pada semua planet akan berkurang. Jadi, semua planet mengorbit matahari akan melayang sedikit lebih jauh.

Ketika matahari menjadi raksasa merah penuh, kata Scudder, intinya akan semakin panas dan padat sementara lapisan luarnya akan semkin luas. Atmosfernya akan mengacungkan ke orbit Mars dan menelan Merkurius dan Venus.

Meskipun atmosfer matahari akan mencapai orbit Mars, Mars akan melarikan diri, karena akan telah berjalan melewati jangkauan atmosfer memperluas matahari.

Di sisi lain, bumi memiliki dua pilihan yakni melarikan diri dari perluasan matahari atau justru 'termakan' oleh edaran matahari yang meluas itu. Tetapi bahkan jika planet keluar dari jangkauan matahari, suhu akan membakarnya.

"Dalam kedua kasus, planet kita akan menjadi cukup dekat dengan permukaan raksasa merah, yang tidak baik untuk kehidupan," kata Scudder. (Business Insider)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Bulan Purnama Bisa Picu Gempa Bumi Besar

Studi: Bulan Purnama Bisa Picu Gempa Bumi Besar

Tekno | Selasa, 13 September 2016 | 21:13 WIB

Gerhana Matahari Mulai Bisa Dilihat di Pacitan Jelang Magrib

Gerhana Matahari Mulai Bisa Dilihat di Pacitan Jelang Magrib

Tekno | Kamis, 01 September 2016 | 03:09 WIB

Di Sini Anda Bisa Menikmati Puncak Gerhana Matahari Cincin Besok

Di Sini Anda Bisa Menikmati Puncak Gerhana Matahari Cincin Besok

Lifestyle | Rabu, 31 Agustus 2016 | 16:25 WIB

10 Daerah Ini Beruntung Bisa Lihat Gerhana Matahari Cincin Besok

10 Daerah Ini Beruntung Bisa Lihat Gerhana Matahari Cincin Besok

News | Rabu, 31 Agustus 2016 | 15:05 WIB

Misteri Kembaran Bumi Terungkap, Gerbang Perjumpaan dengan Alien?

Misteri Kembaran Bumi Terungkap, Gerbang Perjumpaan dengan Alien?

Tekno | Kamis, 25 Agustus 2016 | 19:42 WIB

Terkini

Tuntas Direnovasi, 10 Warga Wonogiri Kini Dapatkan Rumah Sederhana Layak Huni

Tuntas Direnovasi, 10 Warga Wonogiri Kini Dapatkan Rumah Sederhana Layak Huni

Surakarta | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Mengejar Brain Gain Indonesia, Pendidikan Tinggi Perlu Perluas Akses Global

Mengejar Brain Gain Indonesia, Pendidikan Tinggi Perlu Perluas Akses Global

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Hakim Sebut Ada Dugaan Febrie Terima Uang Rp40 Miliar dari Tan Kian

Hakim Sebut Ada Dugaan Febrie Terima Uang Rp40 Miliar dari Tan Kian

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Antisipasi Dampak Kemarau, Kemenhut Evakuasi Tiga Orangutan dari Permukiman Ketapang

Antisipasi Dampak Kemarau, Kemenhut Evakuasi Tiga Orangutan dari Permukiman Ketapang

Kalbar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Belanja Kini Makin Seru, Kuliner Lezat dan Promo Menarik Jadi Magnet Baru Pengunjung

Belanja Kini Makin Seru, Kuliner Lezat dan Promo Menarik Jadi Magnet Baru Pengunjung

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Review Viva Moisturizer Gel Hydra Lift, Ini Kandungan dan Pengalaman Pembeli

Review Viva Moisturizer Gel Hydra Lift, Ini Kandungan dan Pengalaman Pembeli

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Muktamar ke-35 NU Teguhkan Taawun, Kemandirian Umat dan Persatuan Bangsa

Muktamar ke-35 NU Teguhkan Taawun, Kemandirian Umat dan Persatuan Bangsa

Jatim | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Bonus Pulsa Telkomsel Rp17 Ribu Khusus Transaksi via BRImo, Klaim Sekarang!

Bonus Pulsa Telkomsel Rp17 Ribu Khusus Transaksi via BRImo, Klaim Sekarang!

Bri | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Pos Polisi Slipi Dirusak Massa, Warga Palmerah Rasakan Pedihnya Gas Air Mata

Pos Polisi Slipi Dirusak Massa, Warga Palmerah Rasakan Pedihnya Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:53 WIB

Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Subianto: Saya Tak Ikut Campur

Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Subianto: Saya Tak Ikut Campur

Jatim | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:53 WIB

×