Ilmuwan Jepang Dianugerahi Nobel Kedokteran 2016

Liberty Jemadu

Senin, 03 Oktober 2016 | 19:37 WIB
Ilmuwan Jepang Dianugerahi Nobel Kedokteran 2016
Yoshinori Ohsumi, ilmuwan asal Jepang berusia 71 tahun, dianugerahi Hadiah Nobel Kedokteran 2016 pada Senin (3/10) [AFP/Jiji Press].

Suara.com - Yoshinori Ohsumi, seorang ilmuwan asal Jepang dianugerahi Hadiah Nobel Kedokteran 2016. Ia dinilai berjasa dalam merintis penelitian tentang autofagi (autophagy), sebuah proses fisiologi sel-sel tubuh manusia yang berhubungan dengan Parkinson dan penyakit diabetes.

Autofagi merupakan sebuah proses fundamental dalam fisiologi sel dan sangat penting dalam proses daur ulang bagian-bagian sel yang rusak. Pemahaman akan proses ini sangat membantu para ilmuwan untuk mempelajari berbagai penyakit, termasuk kanker.

Penemuan Ohsumi, menurut komite Nobel, telah membuka paradigma baru dalam memahami cara-cara sel mendaur ulang konten-kontennya.

"Mutasi dalam gen-gen autofagi bisa menyebabkan penyakit dan proses autofagi ada dalam beberapa penyakit, seperti kanker dan penyakit syaraf," jelas komite Nobel seperti dikutip AFP, Senin (3/10/2016)

Sejak 1960an para ilmuwan telah menemukan bahwa sel bisa menghancurkan konten-kontennya sendiri dengan cara membungkusnya di dalam membran, kemudian mengirimnya ke sebuah kompartemen daur ulang bernama lysosome.

Proses ini ditemukan oleh ilmuwan Belgia, Christian de Duve dan karenanya ia dianugerahi Nobel Kedokteran pada 1974. Duve juga yang menamai proses tersebut sebagai autofagi.

Kemudian Ohsumi pada awal 1990an, dalam serangkaian eksperimen pada ragi, berhasil mengidentifikasi gen-gen yang berperan penting dalam proses autofagi. Lebih jauh, dia menjelaskan mekanisme autofagi pada ragi dan menunjukkan bahwa sistem yang sama juga ada pada sel tubuh manusia.

Penemuan Ohsumi membuka jalan untuk memahami pentingnya autofagi dalam banyak proses fisiologi, termasuk cara-cara tubuh beradaptasi dalam kondisi lapar atau bereaksi terhadap infeksi penyakit.

Pemahaman akan autofagi telah membantu para ilmuwan untuk lebih memahami beberapa penyakit yang mendera manusia di usia tua seperti Parkinson dan diabetes tipe 2. Kini para ilmuwan tengah berusaha mengembangkan obat-obatan yang bisa memengaruhi proses autofagi, sehingga bisa menyembuhkan beragam penyakit.

Ohsumi, yang kini berusia 71 tahun, meraih gelar PhD dari Universitas Tokyo pada 1974. Ia saat ini mengajar di Institut Teknologi Tokyo. Ia adalah orang Jepang ke 23 yang memenangkan Nobel dan warga Jepang keenam yang dianugerahi Nobel Kedokteran.

"Ini adalah penghargaan tertinggi untuk seorang peneliti," kata Ohsumi kepada NHK setelah menerima pemberitahuan dari Komite Nobel.

"Moto saya adalah mengerjakan apa yang tak ingin dikerjakan orang lain dan menurut saya (riset di bidang sel) ini sangat menarik. Jadi semuanya berawal dari sana," jelas dia.

"Awalnya temuan ini tak menarik banyak perhatian, tetapi kita saat ini berada di satu masa ketika fokus pada masalah ini sudah lebih besar," imbuh Ohsumi.

Pengumuman pemenang Nobel 2016 sendiri akan dilanjutkan pada Selasa besok, ketika penerima anugerah di bidang fisika akan diumumkan dan dilanjutkan dengan pemenang di bidang kimia pada Rabu.

Penemuan gelombang gravitasional, yang membuktikan salah satu prediksi Albert Einstein dalam teori relativitas umum, diperkirakan akan memenangkan Nobel Fisika. Pada Februari kemarin para ilmuwan mengumumkan telah berhasil menemukan gelombang tersebut.

Sementara Nobel Kimia diperkirakan akan jatuh pada riset-riset klasik, termasuk tentang penemuan elemen-elemen baru dalam tabel periodik, seperti nihonium atau moscovium.

Pada Jumat nanti seluruh dunia akan menunggu kabar dari Oslo, tempat nama pemenang Nobel Perdamaian diumumkan. Diperkirakan anugerah Nobel paling bergengsi itu akan diberikan pada mereka yang menyusun dan merampungkan kesepakatan nuklir Iran atau perjanjian damai antara pemerintah Kolombia dan pemberontak FARC.

Sementara hadiah Nobel Ekonomi akan diumumkan pada Senin pekan depan dan Nobel Sastra pada 13 Oktober.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penulis Korea Selatan Han Kang Raih Nobel Sastra 2024

Penulis Korea Selatan Han Kang Raih Nobel Sastra 2024

News | Kamis, 10 Oktober 2024 | 20:23 WIB

Hiburan Dilarang Taliban, Malala Yousafzai Mengaku Temukan Kebebasan di Konser Taylor Swift

Hiburan Dilarang Taliban, Malala Yousafzai Mengaku Temukan Kebebasan di Konser Taylor Swift

News | Senin, 19 Agustus 2024 | 15:36 WIB

Beri Penghargaan untuk Mahasiswa, Dekan FKUI Tantang Peneliti Kesehatan Indonesia Bisa Raih Nobel:

Beri Penghargaan untuk Mahasiswa, Dekan FKUI Tantang Peneliti Kesehatan Indonesia Bisa Raih Nobel:

Health | Jum'at, 04 November 2022 | 11:46 WIB

Peneliti yang Ungkap Evolusi Nenek Moyang Manusia Dianugerahi Nobel Kesehatan 2022

Peneliti yang Ungkap Evolusi Nenek Moyang Manusia Dianugerahi Nobel Kesehatan 2022

Tekno | Senin, 03 Oktober 2022 | 21:32 WIB

Jurnalis Rusia Lelang Hadiah Nobel untuk Bantu anak-anak di Ukraina

Jurnalis Rusia Lelang Hadiah Nobel untuk Bantu anak-anak di Ukraina

News | Selasa, 21 Juni 2022 | 12:17 WIB

Terkini

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:28 WIB

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:23 WIB

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:21 WIB

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:20 WIB

Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?

Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:18 WIB

Angkot Sepi Penumpang, Dua Pria di Bogor Sulap Kendaraan Tua Jadi Lapak Kelapa Muda

Angkot Sepi Penumpang, Dua Pria di Bogor Sulap Kendaraan Tua Jadi Lapak Kelapa Muda

Bogor | Selasa, 03 November 2026 | 19:16 WIB

×