Obama: Peretas Incar Nuklir Amerika

Dythia Novianty Suara.Com
Rabu, 12 Oktober 2016 | 20:37 WIB
Obama: Peretas Incar Nuklir Amerika
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama (Shutterstock).

Suara.com - Presiden Barack Obama telah melihat pertumbuhan peretas (hacker) menjadi ancaman yang semakin besar. Intelijen AS dan lembaga penegak hukum telah merespon segala sesuatu dari pembajakan Google Cina pada 2009 dengan campur tangan digital Rusia dalam pemilihan ini.

Sebagai hasilnya, dia berpikir beberapa langkah ke depan. Dan itu termasuk mempersiapkan kemungkinan bahwa orang lain mungkin mempertimbangkan fiksi ilmiah, seperti kemungkinan suatu kecerdasan buatan dilatih melalui pembelajaran mesin dan bertugas mencuri kode nuklir AS.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Direktur MIT Media Lab Joi Ito dan Editor-in-Chief Wired Scott Dadich, Obama membahas kemungkinan-kemungkinan bahaya hadirnya AI. Seperti ketika peretas melakukan aksi mencuri sidik jari dari 5,6 juta pegawai federal dan menarik dari sebuah versi modern dari Watergate.

Ia bertanya-tanya ada kemungkinan pihak lawan menggunakan AI untuk menyusup sistem paling sensitif pemerintah.

"Mungkin ada suatu algoritma yang mengatakan, 'Pergi menembus kode nuklir dan mencari cara untuk meluncurkan beberapa rudal,'" kata Obama.

"Kalau itu hanya tugasnya, jika itu belajar sendiri dan itu hanya algoritma yang benar-benar efektif, masalah maka Anda punya," ujarnya.

Kekhawatiran ini muncul mengikuti dari aksi Pentagon Defense Advanced Research Projects Agency sedang mengembangkan perangkat lunak AI untuk pelanggaran dan pertahanan.

Obama berpendapat potensi serangan AI tidak menjadi 'kiamat' bagi dunia siber. Tapi itu membutuhkan penguatan pertahanan Amerika untuk melawan semua peretas, manusia dan bot.

"Direktif saya untuk tim keamanan nasional saya. Jangan khawatir karena belum banyak mesin yang mengambil alih dunia," katanya.

"Khawatir tentang kapasitas baik aktor non negara atau aktor dari pihak musuh menembus sistem. Dalam arti bahwa hal itu tidak konseptual berbeda dari banyak pekerjaan cybersecurity yang kita lakukan. Ini hanya berarti bahwa kita harus lebih baik, karena mereka yang menggunakan sistem ini akan menjadi jauh lebih baik dari sekarang," papar Obama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI