Siapa yang Akan Beruntung Dikirim Obama ke Mars di 2030?

Dythia Novianty

Rabu, 12 Oktober 2016 | 19:48 WIB
Siapa yang Akan Beruntung Dikirim Obama ke Mars di 2030?
Barack Obama. [shutterstock]

Suara.com - Presiden Obama menyerukan misinya mengirimkan astronot Amerika mengunjungi Mars.

"Kami membuka babak baru dari cerita perjalanan luar angkasa Amerika yakni mengirim manusia kke Mars pada 2030 dan kembali ke bumi dengan selamat," tulis Obama dalam esainya yang dipublikasikan melalui CNN.

Sebetulnya ini bukan rencana baru yanng disampaikan seorang Presiden dengan goal yang sama untuk 2010, pada Pusat Luar Angkasa Kennedy NASA, di Florida.

Ungkapan Obama ini dirilis bersamaan dengan postingan blog bersama pejabat senior Gedung Putih dan NASA. Saat itu Obama menawarkan rincian baru tentang bagaimana Amerika Serikat memperkirakan mendarat di planet merah tersebut.

Pada Agustus lalu, NASA diberikan kontrak kepada enam perusahaan untuk mengembangkan habitat yang akhirnya bisa mempertahankan astronot pada misi ruang angkasa seperti Mars. John P. Holdren, penasehat Gedung Putih dan administrator NASA Charles F. Bolden Jr. mengumumkan bahwa NASA membuka peluang perusahaan swasta untuk menampilkan modul misi mereka sendiri ke Stasiun Antariksa Internasional.

Dalam dekade berikutnya, para pejabat menambahkan, kapal stasiun ruang angkasa akan pindah ke tahap di mana teknologi baru yang akan diuji dalam bentangan ruang antara bumi dan bulan. Namun, tantangan tetap ada.

Sebetulnya, Presiden Richard M. Nixon sempat mengupas ambisi besar NASA untuk tidak selalu berada di pesawat ruang angkasa. Kala itu astronot belum berkelana di luar orbit rendah Bumi sejak 1972, ketika awak Apollo 17 kembali ke bumi setelah 12 hari perjalanan ke bulan.

Pada tahun 1989, pada ulang tahun ke-20 pendaratan Apollo 11 ke bulan, Presiden George Bush mengumumkan, sebuah inisiatif untuk mengirim astronot kembali ke bulan, lalu dilanjutkan ke Mars. Ketika NASA kembali dengan rencana yang dikabarkan menelan biaya setengah triliun dolar AS selama dua sampai tiga dekade. Kemudian inisiatif itu memudar.

Tantangan utama saat itu bukan sekedar masalah teknis, tapi politik dan keuangan. Jika Kongres untuk menyediakan dana yang stabil selama 20 tahun ke depan, NASA mungkin bisa menyelesaikan tugasnya. Tapi perubahan administrasi presiden umumnya menyebabkan pemeriksaan ulang dan mengubah aturan-aturan serta misi NASA. [NY Times]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SpaceX Luncurkan Armada Antariksa pada 2024, Bangun Kota di Mars

SpaceX Luncurkan Armada Antariksa pada 2024, Bangun Kota di Mars

Tekno | Kamis, 29 September 2016 | 07:49 WIB

Presiden Filipina Menyesal Sebut Ibu Obama Pelacur

Presiden Filipina Menyesal Sebut Ibu Obama Pelacur

News | Selasa, 06 September 2016 | 14:23 WIB

Disebut "Anak Pelacur", Obama Batalkan Pertemuan dengan Duterte

Disebut "Anak Pelacur", Obama Batalkan Pertemuan dengan Duterte

News | Selasa, 06 September 2016 | 13:17 WIB

Dilecehkan Cina, Obama Tak Beri Tangga untuk Turun dari Pesawat

Dilecehkan Cina, Obama Tak Beri Tangga untuk Turun dari Pesawat

News | Minggu, 04 September 2016 | 14:46 WIB

Cina Pamerkan Konsep Robot yang Akan Dikirim ke Mars di 2020

Cina Pamerkan Konsep Robot yang Akan Dikirim ke Mars di 2020

Tekno | Rabu, 24 Agustus 2016 | 15:21 WIB

Terkini

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

×