Suara.com - Panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo, pada Rabu (1/2/2017), meminta kepada publik Jepang menyumbangkan telepon seluler bekas mereka dan perangkat elektronik lainnya, agar bisa dimanfaatkan untuk membuat medali-medali emas dalam ajang olahraga akbar yang digelar pada 2020 nanti.
Permintaan itu merupakan salah satu upaya panitia untuk menjadikann Olimpiade 2020 ajang yang ramah lingkungan. Dari perangkat elektronik yang didaur ulang, panitia berambisi mengumpulkan 8 ton emas, perak, dan perunggu.
Pengumpulan alat elektronik bekas itu sendiri akan dimulai pada April mendatang. Rencananya dari situ akan diproduksi 5000 keping medali untuk para juara Olimpiade dan Paralimpiade.
Panitia Olimpiade Tokyo 2020 mengatakan bahwa sampah-sampah elektronik seperti ponsel, kamera digital, laptop, dan konsol game bekas tersebut bisa disalurkan melalui toko-toko NTT Docomo, raksasa telekomunikasi Jepang yang juga salah satu sponsor utama ajang olahraga empat tahunan tersebut.
Penggunaan material daur ulang dalam olimpiade sudah pernah dilakukan sebelumnya, termasuk di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil tahun lalu. Sekitar 30 persen medali pada Olimpiade Rio terbuat dari material daur ulang.
Adapun perangkat elektronik seperti ponsel memang memiliki komponen yang terbuat dari emas dan perak. Emas memang dikenal sebagai konduktor, komponen untuk mengalirkan listrik, yang jauh lebih baik ketimbang tembaga atau alumunium.