'Gamers' Sedunia Hormati Kakek yang Tewas Saat Cari Pokemon

Reza Gunadha

Rabu, 08 Maret 2017 | 18:16 WIB
'Gamers' Sedunia Hormati Kakek yang Tewas Saat Cari Pokemon
Game Pokemon Go dimainkan di dalam ponsel pintar (Reuters/Sam Mirkovich).

Suara.com - Berbahagialah seseorang yang meninggal ketika melakukan hal nang dicintainya, begitulah yang terjadi pada seorang kakek berusia 67 tahun di Singapura.

Kakek itu meninggal dunia setelah menangkap jenis Pokemon langka dalam permainan simulator populer “Pokemon Go”.

Mirror, laman berita daring berbasis di Inggris, Selasa (6/3/2017), memberitakan sang kakek mendadak meninggal setelah berhasil “menangkap” Pokemon langka bernama Lapras, di daerah Marina Bay Sands.

Kami menemukannya sudah tergeletak, dan ada telepon pintar digenggamannya. Pada layar teleponnya, ada tampilan game Pokemon Go. Dia baru saja menangkap Lapras,” tutur saksi mata.

Warga sekitar lantas membawa kakek itu ke Singapore General Hospital, tapi nyawanya sudah tak tertolong. Dokter di rumah sakit itu mengatakan, sang kakek meninggal karena serangan jantung.

Ironis, si kakek meninggal pada hari yang sama saat anggota keluarganya ada yang berulang tahun. Istri si kakek menuturkan, suaminya itu pamit pergi untuk bermain Pokemon setelah menghadiri acara ultah keluarga.

“Dia sudah lama menyukai permainan Pokemon Go. Kalian tahu, dia seperti anak kecil ketika memainkan game itu,” kenang sang istri.

salah satu anggota keluarganya ada yang berulang tahun. Sang istri mengatakan, ia pergi setelah acara ulang tahun berlangsung. "Ia sangat suka main itu (Pokemon Go), seperti anak kecil,” kata sang istri.

Kematian kakek itu lantas mendunia melalui media-media sosial. Tak ayal, gamerssebutan untuk orang-orang yang gemar permainan simulator—di seantero dunia turut berduka dan mengucapkan penghormatan terhadap “Si Gamers Tua” itu.

baca juga

Bukan apa-apa, bagi gamers, si kakek patut dihormati karena dinyatakan sebagai ”Pokemon Go Garis Keras”. Sebab, menurut informasi dari staf Singapore General Hospital kepada media, kakek itu sudah menangkap 200 jenis Pokemon. Kakek tersebut sudah berada di level 28 permainan itu.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kembangkan Smart City, Makassar Gandeng Singapura

Kembangkan Smart City, Makassar Gandeng Singapura

Bisnis | Selasa, 28 Februari 2017 | 18:12 WIB

Pokemon Go Tambah 80 Monster Baru

Pokemon Go Tambah 80 Monster Baru

Tekno | Kamis, 16 Februari 2017 | 06:18 WIB

Lagu "Cari Pokemon" Faiha Tembus 100 Juta Views

Lagu "Cari Pokemon" Faiha Tembus 100 Juta Views

Press Release | Kamis, 02 Februari 2017 | 06:32 WIB

Cuma Beli Kaos, Lelaki Asal Indonesia Ini Jadi Jutawan, Kok Bisa?

Cuma Beli Kaos, Lelaki Asal Indonesia Ini Jadi Jutawan, Kok Bisa?

Lifestyle | Rabu, 18 Januari 2017 | 21:28 WIB

Pokemon Go Aplikasi Paling Banyak Diunduh di Perangkat Apple

Pokemon Go Aplikasi Paling Banyak Diunduh di Perangkat Apple

Tekno | Minggu, 08 Januari 2017 | 20:23 WIB

BKPM Akui Singapura Lirik Investasi di Mandalika dan Danau Toba

BKPM Akui Singapura Lirik Investasi di Mandalika dan Danau Toba

Bisnis | Jum'at, 30 Desember 2016 | 22:36 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×